
BULELENG – Usulan Prebekel Desa Tigawasa Kecamatan Banjar, Made Swadarmayasa terkait ‘Jalur Ekstrem’ penghubung pariwisata Denpasar – Lovina via Destinasi Wisata Bali Age, Sidetapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa (SCTP) mendapatkan apresiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng.
Selain mewujudkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan, usulan program sortcut Jalur Ekstrem yang ada di wilayah Banjar Dinas Dangin Pura Desa Tigawasa juga diapresiasi sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam pembangunan.
“Usulan Prebekel Desa Tigawasa tersebut, sangat kami apresiasi dan segera kami akomodir sesuai kewenangan yang ada pada Dinas Perhubungan,”tandas Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Buleleng Gede Sandhiyasa, Senin, 24 Mei 2021 usai rapat persiapan kegiatan Bulan Bung Karno Tahun 2021.
Mantan Kadissos Buleleng ini mengungkapkan, selain sortcut ‘Jalur Esktrem’, dari hasil pendataan rekayasa lalu lintas yang dilakukan khususnya di wilayah Kecamatan Banjar, masih ada tiga persoalan yang patut diakomodir secara bersama-sama, lintas instansi.
“Seperti pemasangan rambu traffic claming, alat alternatif mengurangi kecepatan kendaraan pada Jalur Merangsang sebagaimana diusulkan bapak Kapolsek Banjar, serta pemasangan “Warning Light’ pada simpang tiga Enjung Sanghyang Desa Kaliasem dan simpang empat Singsing Desa Temukus,” urainya.
Pemasangan ‘Warning Light’ dengan Solarcell seperti terpasang di Gerokgak dan Tejakula, sudah diprogramkan pada perubahan anggaran tahun 2021.
“Sementara Traffic Claming, karena berada di jalur nasional harus dikordinasikan dengan Balai Jalan Nasional. Demikian juga dengan Shortcut Jalur Ekstrem, kami kordinasikan dengan DPUTR selaku leading sektor termasuk Satlantas Polres Buleleng,” pungkasnya. (kar)








