
BULELENG – Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas Out Of Control (Lakalantas OC) di jalur Destinasi Pariwisata Bali Aga meliputi Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa (SCTP), tak pelak membuat Made Swadarmayasa selaku Prebekel Desa Tigawasa perihatin. Sebagai bentuk kepedulian terhadap wisatawan termasuk warga lokal yang kerap menggunakan ‘Jalur Ekstrem’ Tigawasa sesuai petunjuk Goegle Map, mantan aktifis demokrasi ini mengajukan program ‘sortcut’ untuk mencegah lakalantas dan meminimalisir korban jiwa.
“Memang, pada jalur ekstrem itu sering terjadi kecelakaan. Bukan hanya warga lokal, tapi juga para wisatawan dari Denpasar menuju Kawasan Pariwisata Lovina, yang melintasi jalur tersebut berdasarkan petunjuk Goegle Map,” tandas Prebekel Swadarmayasa, Sabtu, 22 Mei 2021 usai rapat persiapan penyelesaian kasus BUMDes setempat.
Mantan aktifis yang akrab disapa Regog ini mengungkapkan, pemasangan lampu penerangan jalan dan rambu lainnya pada ‘Jalur Ekstrem’ belum optimal mencegah lakalantas.’Disamping sempit, askses jalan di wilayah Banjar Dinas Dangin Pura Desa Tigawasa juga banyak tikungan tajam, baik pada jalan tanjakan dan menurun. Kondisi ini, sudah kami sampaikan kepada bapak bupati dan langsung ditinjau.
“Saat itu kami mengusulkan agar jalan berkelok seperti ‘Leter S’ di ‘Sortcut’ untuk mengurangi terjadinya resiko kecelakaan,” ungkapnya.
Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Buleleng sudah melakukan survey, namun karena keburu terjadi Pandemi Covid-19 sehingga belum bisa terealisasi.
“Kami berharap sortcut ‘Jalur Ekstrem’ penghubung destinasi pariwisata ini bisa segera teralisasi, demi keselamatan wisatawan,” pungkasnya. (kar)








