Gubernur Koster Ditegur Pusat

1
13710
Gubernur Koster didampingi Kadiskes mengaku mendapat teguran pusat karena beredar video kegiatan adat tanpa pembatasan

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mendapat teguran dari pemerintah pusat. Hal itu dikarenakan banyak beredar video kegiatan upacara adat di Bali ditengah pandemi Covid-19. Terlebih lagi adanya mutasi virus dengan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351 dan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.17 belakangan ini, dikhawatirkan akan membawa dampak buruk terhadap meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali. Pelaksanaan kegiatan upacara dari beredarnya video-video di media sosial (Medos) hingga ditonton oleh pejabat pemerintah pusat, terkesan pelaksanaan upacara keagamaan di Bali tanpa ada pembatasan dan terkesan dalam situasi normal.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers, di ruang rapat, Balai Gajah, Jaya Sabha Denpasar, Selasa 4 Mei 2021. Menurut Gubernur Koster, pelaksanaan upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh Umat Hindu di Bali mengalami peningkatan dari sebelumnya. Gubernur Koster mengatakan, pelaksanaan kegiatan upacara meningkat sekali seperti pelaksanaan kegiatan upacara dalam situasi normal.
“Saya mendapat kiriman beberapa video langsung dari pusat tentang kegiatan adat dan saya langsung ditegur mengingat kejadian tersebut sangat beresiko,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Koster mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan bahkan penyebaran Covid-19 ini membuat angka terkonfirmasi positif masih tinggi. Terlebih lagi adanya virus varian baru yang penularannya lebih cepat dan beresiko tinggi terhadap kematian. Masyarakat Bali diminta untuk lebih berhati-hati tetap dengan penuh disiplin penerapan protokol kesehatan dan penularan varian baru ini sangat beresiko.

“Sangat beresiko dan harus betul-betul berhati-hati, bahwa kita masih dalam pandemi dan tidak bisa terlalu bebas melaksanakan kegiatan upacara. Sekali kita salah mengambil langkah maka kondisi Bali yang sudah baik akan semakin buruk dan susah dikembalikan,” tegasnya.

Gubernur Koster menambahkan, dirasakan pada akhir liburan Desember dalam setiap harinya angka terkonfirmasi positif sampai 545 orang per hari. Bahkan sampai saat ini kasus terkonfirmasi positif juga masih cukup tinggi dan sulit menurunkan. Awal tahun sempat menurun dan sekarang masih tinggi sehingga akan sangat sulit mengendalikan kalau terjadi perubahan situasi dan masyarakat tidak taat dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kalau terjadi seperti itu akan sangat sulit menyelesaikan dan mengendalikan terlebih lagi penyebarannya lewat udara sangat sulit dan fakta lapangan pemerintah pasti akan kewalahan mengendalikan,” imbuhnya.

Sementara Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menyampaikan setiap kasus positif covid dengan varian baru yang ditemukan berasal dari wilayah tersebut akan dilakukan penyelidikan efedemiologi. Semua sample hasil penyelidikan akan dikirim ke Bagian Litbang Kementrian Kesehatan dan disana akan dicek.
“Pemeriksaan yang dilakukan bukan hanya PCR biasa tetapi juga akan dicek gen spancing di Litbanng Kemenkes,” katanya.

Sementara dari tracing yang dilakukan dari kasus meninggal di Kabupaten Badung dengan virus varian baru ini tidak ada yang positif. Tetapi dalam kaitan penyelidikan efedemiologi dari 2 kali pengiriman sebanyak 98 sample ditemukan ada 2 positif dengan varian baru. Sehingga akan dilacak lagi semua sample positif di wilayah satu desa tersebut yang ditemukan hasil penyelidikan yang dinyatakan positif. Pengiriman sample tersebut akan dilakukan sampai akhir Mei 2021.

“Sekarang kami masih melakukan penyelidikan semua sampel akan kita kirim ke Litbang Kementrian Kesehatan,” katanya.

Suarjaya menambahkan, penularan virus dengan varian baru ini, penularannya lebih cepat dan resiko kematian lebih tinggi. Kebetulan yang meninggal di Badung, laki-laki usian 47 tahun dan statusnya belum divaksin. Sementara yang terkonfirmasi virus varian baru dari Denpasar adalah wanita usia 23 tahun statusnya sudah divaksin 2 kali dan selamat, saat ini sehat-sehat saja.

“Kami berharap kepada masyarakat, inilah perlunya divaksin. Sehingga tidak perlu ada takut, penyuntikan vaksin tujuannya untuk menguatkan antibody dalam tubuh,”pungkasnya. (arn)

1 KOMENTAR

  1. Pemerintah pusat terlalu lebai sementara pemerintah provinsi terlalu kecil nyalinya… Gemana pasar.. Orang-orang tetep membludak tanpa protokol kesehatan…. Hanya baru dikirimi Vidio aja udah gagap… Santai aja… Indonesia baik bukan oleh masyarakat Bali saja. .. Tp oleh seluruh rakyat indonesia…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here