Dua Varian Baru Covid-19 Menyebar di Bali, Diskes Kembali Kebut Vaksinasi

0
305
Gubernur Koster didampingi Kadiskes menjelaskan masuknya varian baru virus Covid-19 di Bali yang menyebabkan satu orang meninggal dunia

DENPASAR – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali masih cukup tinggi dan belakangan ini muncul varian varu mutasi dari Covid-19. Varian baru ini telah menyebar di Bali dan ditemukan sejak 3 Mei 2021, dua orang dinyatakan positif terinfeksi varian baru. Satu orang mengalami positif akibat penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351 dan telah meninggal dunia. Sedangkan satu orang positif akibat penularan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.1.7. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, di ruang rapat Balai Gajah, Wiswa Sabha Denpasar, 4 Mei 2021.

Gubernur Koster menjelaskan, penularan virus ini diketahui setelah beberapa sampel dari orang positif Covid-19 di RS Sanglah dilakukan pengujian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil pengujian tersebut satu orang yang positif Covid-19 dengan varian baru dari Afrika Selatan, telah dinyatakan meninggal di RS Sanglah, berasal dari Kabupaten Badung, laki-laki (47). Korban tersebut diketahui belum mengikuti program vaksinasi. Sedangkan yang satu orang lagi dinyatakan positif Covid-19 dengan varian baru dari Inggris dinyatakan sembuh, dalam kondisi sehat dan sudah dipulangkan. Pasien tersebut, wanita (23) berasal dari Kota Denpasar. Wanita tersebut kebetulan telah mengikuti program vaksinasi sebanyak 2 kali.

Gubernur Koster yang didampingis Kadiskes Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, menjelaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang melakukan penyelidikan Epidemiologi terhadap sejumlah orang yang melakukan kontak erat dengan korban sehingga akan diketahui potensi resiko penyebarannya secara detail dan lengkap.

Munculnya varian baru mutasi virus Covid-19 di Bali, sesuai arahan Bapak Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI, Gubernur Koster menghimbau, mengingatkan, dan menegaskan kembali kepada seluruh Masyarakat agar mentaati pelaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali. Masyarakat Bali diminta tetap tertib dan disiplin menerapkan pola hidup Sehat dan bebas Covid-19 dengan 6M.
“Memakai masker standar dengan benar, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi bepergian, Meningkatkan imun tubuh, dan Mentaati aturan,” pintanya.

Gubernur Koster menambahkan, dalam setiap kegiatan diharapkan membatasi jumlah peserta, selalu berhati-hati, dan penuh kewaspadandalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, adat, agama, seni, budaya, dan sosial serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. Mengikuti program vaksinasi pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sementara kepada Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah, dan Bandesa Adat se-Bali serta seluruh komponen nasyarakat agar terus tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19, secara khusus varian baru virus Covid-19.

Sementara pelaksanaan vaksinasi tidak ada gangguan dan sudah dibagi 500 ribu dosis astra zeneca dan dibagikan kesemua kabupaten kota dan diprioritaskan untuk Badung, Gianyar, Klungkung dan Buleleng.

Adanya mutasi baru ini sejumlah negara melakukan pengetatan. Terkait transportasi dan penerbangan akan lebih ketat perlakukan prokes seperti dilakukan pusat. Penerbangan khusus untuk domestik tetap dibuka. Sementara kalau luar negeri masing-masing negara belum mengizinkan warganya melakukan bepergian keluar negeri. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here