
Anggota Komisi IX DPR I I Ketut Kariyasa Adnyana menemui Gede arya Aditya Pratama yang sedang dirawat di RS Sanglah
DENPASAR – Seorang anak bernama Gede Arya Aditya Pratama (5), putra pertama dari Gede Arya Darma asal Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, memilki keluhan yang kompleks pada wajah dan kini sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.
Gede Arya Aditya Pratama tergolong dari keluarga tidak mampu dan sang ayah hanya seorang supir truk pasir yang juga terdampak dari pandemi, orderan pasirpun sepi. Sementara sang putra harus menjalani perawatan akibat penyakit terjadi benjolan pada mata yang terus menggerogoti bagian wajahnya da terjadi pembengkakan pada bagian kaki.
Mendengar adanya keluhan masyarakat yang secara kebetulan berasal dari Buleleng, anggota Komisi IX, DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana langsung menjenguk pasien yang sedang di rawat di Ruang Wijaya Kusuma, RS Sanglah Denpasar, Minggu 2 Mei 2021.
I Ketut Kariyasa Adnyana menjenguk pasien sekaligus memastikan kesiapan BPJS Kesehatan dan RSUP Sanglah dalam penanganan penyakit yang bersifat kompleks ini. Menurut Kariyasa awalnya mendapat kabar ada keluhan dari masyarakat dan pasien berasal dari keluarga miskin. Pihaknya langsung datang untuk mengecek dan memastikan pelayanan pihak rumah sakit termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan. Kebetulan, setelah dicek BPJS keluarga si pasien aktif meski kelas III.
“Selain memberikan motivasi terhadap pasien dan keluarga, saya juga sekaligus memastikan kesiapan BPJS dan RSUP Sanglah dalam menangani penyakit yang kompleks seperti yang dialami oleh pasien,”ujar Kariyasa.
Pihaknya berharap pihak rumah sakit bersama tim yang sudah dibentuk mampu menangani penyakit yang diderita si anak yang baru berusia lima tahun. Terlebih lagi mereka berasal dari keluarga miskin dan memiliki BPJS aktif.
“Saya harap BPJS dan RS Sanglah bisa memberikan penanganan yang terbaik sampai sembuh,”pintanya.
Sementara Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M. Kes ketika mendampingi Anggota Komisi IX mengatakan bahwa keluhan pasien setelah dianalisa tergolong kompleks.
“Oleh karena itu kami juga menyiapkan tim perawatan yang kompleks, dengan apa yang dimiliki RSUP Sanglah kami dalam posisi siap dalam penanganan pasien tersebut,” katanya.
Tim medis yang disiapkan yakni dokter spesialis tulang, spesialis mata dan anastesi diperlukan ketika nanti ada tindakan. Dirut Sudana mengakui keluarga pasien cukup kooperatif sehingga sangat memudahkan pihak rumah sakit ketika berkoordinasi dengan keluarga. Hal ini sangat penting ketika nanti dibutuhkan tindakan medis perlu ada kesepakatan dari pihak keluarga. Selama perawatan, pihak RS Sanglah tterus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.
Kariyasa juga menambahkan, bahwa keluarga pasien merupakan keluarga yang tergolong kurang mampu yang bekerja sebagai supir truk pasir.
“Kebetulan saya dengar mereka memiliki BPJS Kesehatan aktif dan dirawat di RSUP Sanglah, saya sekaligus mengecek pelayanan yang diberikan. Bersyukur layanan yang diberikan oleh RSUP Sanglah dan BPJS Kesehatan sudah maksimal, saya tetap berharap RSUP Sanglah dapat menangani keluhan kesehatan yang kompleks semacam ini, terlebih Bali adalah pusat Pariwisata, sedikit banyaknya kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga citra pariwisata,”ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, meskipun biaya kesehatan sudah ditangani oleh BPJS kesehatan. I Ketut Kariyasa Adnyana juga menyerahkan tali kasih untuk menutupi biaya lainnya yang diluar perawatan kesehatan pasien, serta turut memotivasi pasien agar tetap semangat mengikuti proses perawatan sampai sembuh nanti. (arn)








