
GIANYAR – Bupati Gianyar Made Mahayastra mengajak seluruh ketua bumdes dan perbekel untuk melihat produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Tirta Sanjiwani di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Sabtu 3 April 2021.
Dirut Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar Made Sastra Kencana mengatakan, pemasaran produk unggulan daerah diberi nama “Be Gianyar Mineral Water” itu dilakukan dua distributor, yaitu Bumdes Desa Bukian (CV BS Aman Mandiri) dan Perumda Gianyar.
Pemasaran bisa langsung ke kantor OPD di Kabupaten Gianyar dan bumdes di 64 desa diimbau untuk ikut memasarkan produk unggulan tersebut. AMDK Tirta Sajiwani akan memberikan Rp 3,3 miliar untuk pendapatan asli daerah (PAD). “Jika pabrik beroperasi untuk produksi kemasan mineral dengan 8 jam kerja dan seluruh produk terkonsumsi di masyarakat, maka profit diperkirakan sekitar 6 miliar dan Rp 3,3 miliar sebagai kontribusi PAD,” kata Sastra Kencana, Minggu 4 April 2021.
Ia menambahkan, keuntungan Rp 3,3 miliar rencananaya digunakan untuk mesubsidi pelanggan PAM TS yang sambungannya mencapai 6600 SR. “Dengan pemakaian 10 kubik atau 275 juta per bulan, maka sesuai niat bupati akan di subsidi rekeningnya dari Rp 3,3 miliar tersebut melalui perda subsidi tarif,” jelasnya.
Sementara, jumlah produksi di pabrik AMDK 270-300 galon per jam, cup 240 ml 160 dus per jam, kemasan botol 330 ml 10.000-12.000 botol per jam, botol 60 0ml – 8.000 botol per jam, botol 1500 ml – 4000-5000 botol per jam, botol beling 500 ml – 4.500-5.000 botol per jam, dan blowing 3600-4000 botol per jam.
Sastra Kencana menyebutkan, mutu produk sudah SNI dibuktikan dengan dikeluarkan sertifikat produk SNI pada 25 Maret 2021 oleh Balai Besar PULP dan Kertas di Bandung, Jawa Barat. (jay)








