Tanggapi Keluhan Pedagang, Komisi II Turun ke Pantai Nyanyi

1
179
Komisi II DPRD Tabanan temui pedagang pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan

TABANAN – Komisi II DPRD Tabanan menemui belasan pedagang yang berjualan di pinggir jalan menuju Pantai Nyanyi, Banjar Nyanyi, Desa Beraban,  Kecamatan Kediri, Rabu 31 Maret 2021. Rombongan komisi II dipimpin langsung ketuanya I Wayan Lara.

Usai sidak, Lara didampingi sekretaris komisi II, AA Sagung Ani Ariani menjelaskan, pihaknya di komisi II turun ke lokasi  setelah mendapatkan pengaduan dari beberapa pedagang di Pantai Nyanyi  khawatir mereka akan tergusur.

“Berdasarkan keluhan itu kami turun ke lokasi,” ungkap Lara.

Dikatakan para pedagang yang berjumlah belasan tersebut kini berjualan dengan membuat bedeng di pinggir jalan masuk menuju Pantai Nyanyi. Sebelumnya mereka berjualan di areal milik investor yang belum dibangun bukan di pinggir jalan.

“Namun worker atau penjaga lahan milik investor tersebut meminta para pedagang pindah karena segera akan dibangun. Hal itu yang membuat mereka resah takut digusur lagi karena berjualan di pinggir jalan kabupaten,” jelas Lara.

Dijelaskan, saat dirinya bersama anggota komisi turun juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata I Gede Sukanada  memang melihat keberadaan lapak dan bedeng para pedagang di pinggir jalan kabupaten menuju Pantai Nyanyi tersebut kurang sedap dipandang mata. Apalagi banyak wisatawan terutama siang  sampai sore  yang berkunjung di pantai timur Tanah Lot ini. “Memang keberadaan lapak dan bedeng  pedagang di pinggir jalan kurang elok dipandang mata karena  di jalur menuju pantai,” ucapnya.

Menurut Lara ditimpali Gung Ani, hal tersebut hanya masalah mis komunikasi. Pihaknya meminta aparat desa baik dinas, adat maupun kepala dusun setempat melakukan koordinasi dengan penjaga atau pemilik lahan. Harapannya para pedagang tersebut kembali diizinkan berjualan di lahan yang masih kosong.

“Toh masih belum dibangun, hanya perlu komunikasi dan koordinasi. Aparat desa setempat yang harus bergerak,” tandasnya.

Sementara pantauan di lokasi, lahan di timur jalan kini sudah ditembok pemilik lahan sampai ke bibir pantai. Sehingga pedagang tidak bisa lagi berjualan  di lahan tersebut. (jon)

1 KOMENTAR

  1. masyarakat kecil selalu jadi korban investor … jangan sampai juga tepi atau bibir pantai dicaplok menjadi hak investor…dengan memohon kpd investor unt mengijinkan pedagang memakai lahan kosongnya bukanlah solusi tepat, justru akan timbul persoalan yg lebih kembali dimasa datang…jadi kunjungan tersebut hanyalah sandiwara belaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here