
KLUNGKUNG- Mangga Nusa Penida selama ini dikenal rasanya yang manis, membuat lidah bergoyang saat mengunyahnya. Kelebihan rasa manis yang dimiliki mangga Nusa Penida, rupanya bisa ‘disulap’ menjadi berbagai macam produk olahan seperti sirup buah, fruit leather dan selai buah.
Pemkab Klungkung, saat ini sedang menyiapkan warga Nusa Penida terampil dalam mengolah mangga Nusa Penida menjadi beragam produk olahan, melalui pelatihan. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ketua TP-PKK, Nyonya Ayu Suwirta dan Camat Nusa Penida, Komang Widyasa Putra meninjau pelatihan tersebut, Minggu 21 Februari 2021.
Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta mengatakan dirinya akan terus memantau jalannya pelatihan ini. Dirinya sangat berharap output dari pelatihan akan bisa memberikan kesejahteraan kepada pesertanya. Menurutnya, terlaksananya program pelatihan ini adalah berkat perjuangan Pemkab Klungkung yang telah memperjuangkan Nusa Penida sebagai wilayah Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Berkat status KPPN itulah, dana pelatihan sebesar Rp 1 miliar bisa dapatkan.
“Usai pelatihan peserta supaya terus dipantau, jangan berhenti sampai disini saja dan tetap jalin komunikasi dengan Pemkab Klungkung. Dana pelatihan yang cukup besar, saya sangat berharap output dari pelatihan akan bisa memberikan kesejahteraan kepada pesertanya. Ikuti pelatihan ini dengan baik,” ujar Bupati Suwirta.
Ia meminta semua produk yang dihasilkan supaya menjadi satu brand, Pemkab Klungkung akan mengeluarkan kebijakan semua toko oleh oleh menjual produk ini. Tidak hanya di Nusa Penida namun sampai di Klungkung daratan. Selain itu, kwalitas supaya dijaga dan diharapkan bisa menembus cita rasa wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Peserta tidak hanya diajarkan cara pembuatan dan pengolahan, namun juga pengemasan hingga pemasaran oleh instruktur yang berasal dari Program studi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. (yan)








