
GIANYAR – Hasil panen padi organik petani Desa Sidan, Gianyar, mengalami peningkatan dari 5,5 ton menjadi 6,2 ton per hektar. Yang menggembirakan lagi, harga beras organik di pasaran juga naik lebih dari 50 persen.
Perbekel Desa Sidan, Wayan Sukra Suyasa mengatakan, di wilayahnya terdapat 7 subak seluas 70 hektar dengan 306 orang petani, yaitu di Subak Taman Bali, Penempan, Bakbakan, Labak, Tengkung dan Subak Kualon. Hanya, saat ini baru 35 hektar ditanami padi organik. ” Di musim tanam berikutnya, semua petani sepakat untuk menanam padi organik,”kata Wayan Sukra Suyasa, Selasa 9 Maret 2021.
Suyasa mengakui sempat kesulitan mengajak petani beralih ke pertanian organik lantaran dihinggapi rasa cemas pascapanen gabah tidak laku. Ia pun turun langsung melakukan sosialisasi. “Kami juga memberi jaminan kepada para petani bahwa beras yang dihasilkan dibeli oleh BUMDes Merta Rahayu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, padi organik tersebut didistribusikan ke ASN, TNI/Polri, serta toko-toko penjual sembako. “Masa tanam seperti kacang-kacangan, jagung, maupun komoditas lain sedang diusahakan organik,”ungkapnya. (jay)








