Soal Endek, Fraksi PDIP Pasang Badan Dukung Penuh Kebijakan Gubernur

0
307
PASANG BADAN : Fraksi PDIP DPRD Bali pasang badan terhadap kebijakan Gubernur Bali soal penggunaan pakaian endek

DENPASAR – Mencuatnya berbagai tanggapan para netizen di media sosial (medsos) seiring dengan himbauan Gubernur Bali Wayan Koster terhadap penggunaan kain tenun endek tradisional, Fraksi PDIP DPRD Bali langsung pasang badan. Para politisi PDIP di DPRD Bali menilai kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster hingga menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 4 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali, merupakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali yang wajib dilestarikan dan dilindungi. Terlebih lagi kain tenun endek Bali telah dicatatkan sebagai kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional dengan Nomor Inventarisasi EBT.12.2020.000085 oleh Dirjen Kekayayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Ham beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya bersama sejumlah anggota fraksi di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Bali, Renon Denpasar, Senin 15 Februari 2021. Menurut Dewa Mahayadnya, kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini akan didukung secara penuh. Dikatakan, kebijakan ini perlu diberikan apresiasi dan kebijakan ini menunjukan keberpihakan Gubernur Bali Wayan Koster berpihak pada pengerajin lokal di Bali. Hal ini juga berarti Gubernur Bali Wayan Koster melindungi dan memfasilitasi produk-produk lokal Bali apalagi ditengah Pandemi Covid-19 berkepanjangan hingga membuat ekonomi Bali diangka minus 12.

“Himbauan pak Gubernur Bali ini sesungguhnya baru mulai berlaku 23 Pebruari, tetapi tangganan para netizen di Medsos bermacam-macam,” ujarnya.

Dewa Jack–demikian panggilan akrabnya, dalam HUT PDIP ke-48, juga memiliki keinginan melombakan desain endek di seluruh Bali. Desain endek tersebut berhubungan dengan motif-motif Bali yang adiluhung.

Sementara anggota Fraksi PDIP yang juga Ketua Komisi II DPRD Bali AA. Ngurah Adhi Ardhana menyampaikan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster untuk kemaslahatan masyarakat Bali. Sebab, menurutnya ditengah Pandemi Covid-19, tidak bisa dilakukan hanya untuk penanganan yang terpapar Covid-19 melainkan yang harus diperhatikan oleh pemerintah pertumbuhan ekonomi Bali kedepan.

Menurutnya, penyeimbangan dalam penanganan masalah kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dengan memperbaiki pertumbuhan ekonomi diistilahkan oleh politisi PDIP asal Puri Gerenceng ini “Pandemi Nomic”.

“Bagaimana menyeimbangkan dalam menangani pandemi dengan situasi ekonomi saat ini yabg terus kian terpuruk. Apabila kita terus berdiam diri dalam status menangani saja maka, ekonomi Bali semakin dalam keterpurukan dalam resesi ekonomi. Oleh karenanya, berbagai kebijakan Gubernur Bali dengan harapan ekonomi terus didorong dan diputar sembari memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” bebernya.

Ketut Suryadi alias Boping dari dapil Tabanan mengatakan, SK yang dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Surat Edaran penggunaan kain endek tradisional Bali merupakan implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya gagasan Gubernur Bali membangkitkan kembali produksi kain endek lokal Bali merupakan ide cemerlang. Philosopinya, Gubernur Bali Wayan Koster memiliki komitmen yang jelas jelas menjaga produk lokal Bali yang adi luhung.

“Kita tidak boleh berhenti memotivasi masyarakat para pengerajin tenun Bali yang semuanya orang-orang Bali yang tidak pernah henti untuk berkarya,” ujarnya.

Himbauan penggunaan kain tenun endek ini diharapkan dipakai para kepala, para pimpinan baik eksekutif, elegislatif diseluruh kabupaten kota di Bali termasuk BUMN dan BUMD di Bali dan bukan masyarakat di pasar tradisional.

Sebagai kader partai, Gubernur Bali Wayan Koster telah berkomitmen merangsang para pengerajin untuk berkreasi dan berinovasi. Dibeberapa tempat banyak ekonomi telah mati suri dampak dari pandemi Covid. Pihaknya berharap adanya himbauan Gubernur Bali untuk membangkitkan produksi kain endek tradisinal lokal Bali ini, semua kabupaten kota bisa memiliki motif endek dengan ciri khas masing-masing.

“Harus ada ciri khas masing-masing, Jembrana dengan desain makepung dan Tabanan dengan lumbung berasnya ditambah dengan variasi lainnya,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here