Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di Bali, PLN Optimalkan Perambasan Pohon

0
88
Perambasan pohon mengantisipasi gangguan listrik sebagai dampak cuaca ekstrem.

BADUNG – PLN Unit Pelayanan Kuta melakukan penyisiran terhadap pohon-pohon besar yang bisa mengganggu jaringan utilitas akibat cuaca ekstrem.


Manager PLN Pelayanan Kuta Dody Darmawan mengatakan, penyisiran dilakukan dengan memperhatikan jarak antara pohon dengan jaringan utilitas minimal 2,5 meter.  “Kami tetap melakukan pengamanan pohon secara periodik untuk yang masih berada di jarak aman kurang dari 2,5 meter,” katanya, Senin 15 Februari 2021.


Selain itu, komunikasi dan koordinasi juga dipastikan telah terjalin dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. “Kami juga mengimbau bagi masyarakat yang memiliki tanaman atau pohon dekat dengan jaringan PLN agar bersedia untuk dipangkas guna menghindari hal-hal tidak diinginkan,”harapnya.

Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya sebelumnya menyampaikan, beberapa jaringan PLN di wilayah Kabupaten Badung sempat mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem. Pada 3 Februari 2021, terjadi 9 kerusakan gangguan listrik akibat tertimpa pohon tumbang. Kemudian, 8 Februari, ada 2 kerusakan utilitas PLN akibat tersambar petir.


Sementara, Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Iman Fatchurochman mengungkapkan cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi karena Bali masih berada dalam masa puncak musim hujan.


Kondisi tersebut juga dipengaruhi angin Monsun Asia yang membawa uap air, kondisi ENSO pada indeks Lanina, kelembaban udara yang tinggi, serta suhu muka laut yang masih cukup hangat sehingga berpeluang terjadinya hujan ringan hingga lebat. “Jika akumulasi awan-awan konvektif yang diakibatkan oleh faktor-faktor tersebut kemudian membentuk awan CB (Cumulonimbus), maka dapat menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang,” jelasnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here