Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Apresiasi Peran Jurnalis

0
94
Gede Suyasa

BULELENG – Selama Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng, belum ada jurnalis yang terpapar Covid-19. Selain berucap syukur terkait kondisi ‘survive’ para jurnalis, Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Kabupaten Buleleng juga mengapresiasi peran aktif insan pers di Kabupaten Buleleng dalam upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Pers di Kabupaten Buleleng sangat membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan edukasi penanganan Pendemi Covid-19. Dan syukur, sampai saat ini kami belum menemukan data, jurnalis yang terpapar Covid-19,” ungkap Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Selasa 9 Februari 2021.

Peran aktif pers di Kabupaten Buleleng dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19, kata Sekda Buleleng, sangat sesuai dengan tema peringatan Hari Pers Nasional Ke-75 Tahun 2021.

“Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi dengan Pers sebagai Akselerator Perubahan,” tandasnya.

Suyasa yang mengapresiasi peranan pers dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19 sebagai bentuk implementasi Pers Nasional sebagai pilar ke empat Demokrasi juga berharap insan pers di Buleleng semakin kritis dan konstruktif membantu pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan pemerintahan.

“Selamat Hari Pers Nasional,” tegasnya.

Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni

Ketua Badan Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Gema Nusantara (LSM-Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni juga mengapresiasi peran pers sangat strategis dalam proses pembangunan, meski belum sepenuhnya maksimal.

“Terutana dalam melaksanakan tupoksinya dalam melakukan pengawasan, kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan aturan dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Anton mengakui, masih banyak pejabat selaku narasumber yang alergi ketika dikritik kebijakannya.

“Namun Pers Nasional yang dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 1999 tentang Pers, harus dan wajib hukumnya, melakukan fungsinya memberikan informasi yang benar, edukatif dan menghibur bagi warga masyarakat, demi terwujudnya kondusifitas dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here