DPRD Bali Dukung Deportasi Wisatawan Asing Pelanggar Prokes

0
35

DENPASAR – Komisi IV DPRD Bali mendukung kebijakan yang diterapkan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang menerapkan peraturan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Prokes yang ketat diterapkan bukan saja berlaku bagi masyarakat lokal tetapi berlaku sama bagi wisatawan yang datang maupun yang sudah tinggal di Bali berbulan-bulan.

Penegakan disiplin Prokes ini sangat penting untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 diseluruh Bali. Terlebih lagi hasil pemantauan anggota DPRD Bali memperhatikan tim Satgas Covid- 19 saat melakukan sidak masker. Banyak ditemukan wisatawan yang melanggar Prokes dan sanksinya di deportasi.

“Kami di DPRD Bali sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 saat melalukan sidak masker di wilayah Kabupaten Badung terlebih lagi wisatawan yang melanggar, keluar dari villa tanpa mengenakan masker, semua yang melanggar prokes harus ditindak tegas,”kata Ketua Komisi IV DPRD Bali Gusti Putu Budiarta saat dikonfirmasi via telepon, Senin 8 Februari 2021.

Dikatakan, yang dilakukan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali adalah sah-sah saja. Sebab, sampai saat ini angka penularan dan terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali terus meningkat. Virus yang tidak terlihat oleh kasat mata ini belum diketahui kapan akan berakhir. Selain telah banyak menguras anggaran dalam penanganan, juga ekonomi Bali telah dibuat benar-benar terpuruk dan pertumbuhan terus minus. Hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat Bali sehingga kesadaran masyarakat itu sangat penting dalam mematuhi prokes. Penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukab oleh petugas Satgas, petugas kesehatan juga sudah lelah dan mereka yang paling beresiko.

“Semua masyarakat Bali harus bergerak bersama membantu pemerintah, caranya dengan mentaati prokes dan membantu mengedukasi keluarga sendiri tetap disiplin dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pada air mengalir dengan sabun plus mengkonsumsi vitamin,” pintanya.

Gusti Budiarta menambahkan, di Badung sebagai daerah tujuan wisata dan tempat menginapnya wisatawan asing baik di hotel, villa termasuk rumah-rumah penduduk juga ada ditempati oleh wisatawan asing. Mereka sudah berbulan-bulan tinggal di Bali bahkan kebanyakan dari wisatawan yang ngeyel, tidak memakai masker saat keluar rumah.

“Mereka yang melanggar harus diberikan sanksi, kami setuju di deportase ke negaranya,” ujarnya.

Sementara Kepala Pelaksana Satuaan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Balu Made Rentin, dalam sidak yang dilalukan bersama Tim Percepatan Penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu di Kabupeten Badung, banyak ditemukan wisatawan dan masyarakat lokal yang melanggar prokes. Banyak wisatawan ngeyel tidak memakai masker saat keluar dari tempat dia tinggal.

Pada saat sidak di wilayah Badung melihat banyaknya pelanggaran disiplin prokes dari wisatawan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PHRI Bali. Diharapkan PHRI Bali menyampaikan kepada semua anggotanya agar disampaikan kepada setiap wisatawan dimana wisatawan tersebut menginap, disampaikan disiplin penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini dilakukan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Bali.

“Kami tegaskan, kalau ada wisatawan yang terus melanggar, kami akan usulkan ke pimpinan Imigrasi agar wisatawan yang melangggar prokes segera di deportase ke negaranya,” tegasnya saat usai sidak beberapa waktu lalu. (arn)
(arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here