Traffic Tol Bali Mandara Menurun Selama PPKM

0
46
Kondisi Jalan Tol Bali Mandara saat pandemi Covid-19. (foto/dok.)

BADUNG – Sempat naik di akhir tahun 2020, pengguna Jalan Tol Bali Mandara kembali mengalami penurunan selama periode Januari 2021 dengan rata-rata 6 ribu sampai 7 ribu kendaraan per hari.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT) I Ketut Adiputra Karang mengungkapkan, di akhir tahun 2020 yang merupakan musim liburan Natal dan Tahun Baru, traffic di Jalan Tol Bali Mandara mencapai angka rata-rata 16 sampai 17 ribu kendaraan per hari. “Selama Januari 2021, pengguna jalan tol kurang lebih 10 ribu dengan golongan kendaraan masih didominasi mobil. Persentasenya sekitar 52 dibading 48 persen pengguna sepeda motor,” ujar Adiputra, Rabu, 3 Feburari 2021.

Ia memperkirakan penurunan angka tersebut dipengaruhi adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sebab, volume kendaraan di atas Jalan Tol Bali Mandara sangat bergantung pada perkembangan pariwisata. Sementara itu, secara umum untuk kondisi di tahun 2020, Adiputra menyebutkan adanya penurunan 70 persen per hari. “Saat situasi normal, volume lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara mencapai 40 hingga 45 ribu kendaraan. Begitu pendemi, menurun rata-rata 9 ribu hingga 12 ribu kendaraan per hari,”sebutnya.

PT JBT berupaya melaksanakan sejumlah inovasi dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan dan stabilitas keuangan karena beban operasional jalan tol tidak sedikit, termasuk kewajiban membayar bunga kepada bank kreditur. “Perusahaan telah melakukan beberapa inovasi, serta melakukan efisiensi di beberapa bidang agar bisa survive dalam kondisi saat ini. Diantaranya, pengoperasian gardu tol sesuai dengan lalu lintas harian yang dilayani. Selain itu, kami juga melakukan pemangkasan habis terhadap biaya perjalanan dinas karena saat ini rapat juga dapat dilakukan secara daring atau online,” bebernya.

Pihaknya juga sedang melangkah melakukan pengembangan usaha untuk bisa meningkatkan pendapatan terutama di bidang iklan dan green toll road melalui pembangunan solarcell. “Untuk solarcell sendiri, kami melakukan kerjasama dengan PT Bukit Asam. Penandatanganan kerjasama sudah kami lakukan di akhir tahun 2020, dan saat ini prosesnya sedang dilakukan study uji kelayakan bisnis oleh LAPI ITB,” katanya.

Adiputra juga memastikan operasional seperti mobile customer service, patroli jalan raya, ambulans, rescue, dan derek, tetap siaga selama 24 jam. Pemantauan kondisi terkini melalui 50 CCTV, VMS (rambu informasi elektronik), serta anemometer (alat pengukur kecepatan angin), juga diupayakan tetap berfungsi secara optimal. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here