Anggaran Kecil, Komisi IV DPRD Bali Siap Kawal Usulan KONI Bali untuk PON Papua

0
43
Rapat kerja komisi IV DPRD Bali dengan KONI Bali membahas persiapan atlet ke PON Papua

DENPASAR – Anggaran dari APBD Bali yang dialokasikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke – 20 di Papua sangat kecil. Tahun anggaran 2021, KONI Bali mendapat alokasi dana sebesar Rp 39 Miliar, menghadapi PON di Papua.

Dana tersebut masih sangat kecil kalau dibandingkan alokasi anggaran yang dianggarkan pemerintah provinsi lain terlebih lagi pelaksanaan PON di Papua. Seperti Jawa Barat pada tahun 2016 setiap atlet dialokasikan dana diatas Rp 200 Juta dan Bali hanya di kisaran angka Rp 95 juta per atlet untuk perhelatan PON di Papua.

Hal itu dibeberkan Ketua KONI Bali Ketut Suwandhi pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Komisi IV DPRD Bali yang digelar di Ruang Bapemperda Gedung DPRD Bali, Kamis (28/1/2021).Ketua KONI yang didampingi Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan beserta jajaran menjelaskan, dari Rp 39 Miliar yang dianggarkan, sebesar Rp 33 Miliar untuk segala kebutuhan PON. Mulai dari penyiapan dan penyediaan peralatan, akomodasi atlet, pelatih, transportasi, serta uang saku. Sementara Rp 6 Milyar akan digunakan sebanyak Rp 2,6 Miliar untuk operasional KONI Bali dan sisanya digunakan untuk pembinaan di 47 cabor.

“Kami alokasikan dananya Rp 33 Milyar untuk persiapan atlet berangkat sampai mereka pulang,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Komisi IV menyadari kondisi yang dibeberkan Ketua KONI. Diakui, anggaran pembinaan masih tergolong sangat kecil. Begitu juga dengan insentif yang diberikan kepada para atlet. Besaran insentif atlet sebelumnya Rp 1,2 juta selama tiga bulan. Kemudian, dengan adanya tambahan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar. Insentif dinaikkan naik menjadi Rp 1,9 juta per atlet. Kalau bisa ditambah, diperjuangkan.

“Mudah-mudahan dengan situasi dan kondisi seperti ini, Bali masih bisa tetap mempertahankan agar atlet itu tidak kendor. Bukan karena uangnya, tapi pembinaan dan perhatian dari pemerintah selalu ada,”pintanya.

Wayan Rawan Atmaja dalam pertemuan tersebut berjanji akan mengawal aspirasi dan masukan dari KONI Bali.

“Kami siap mengawal sesuai dengan peruntukannya yang diusulkan. Termasuk dengan atlet yang pensiun dan pernah menorehkan prestasi mengangkat nama Bali, harus diberikan perhatian,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here