FORKI Bali Cari Satu Karateka Putri PON

0
55

DENPASAR – Satu karateka putri Bali di kelas 61 kg kini tengah dicari sesegera mungkin untuk mengisi karateka putri lainnya yang mengundurkan diri di Tim Karate PON Bali. Pengprov FORKI Bali sendiri kini telah memiliki gambaran 2 karateka putri yang bakal diverifikasi untuk direkrut satu karateka saja guna menghuni kekosongan di kelas 61 kg putri.

Hanya sayangnya seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) FORKI Bali Ardy Ganggas, kedua karateka tersebut namanya masih dirahasiakan dan bakal dipublis setelah secara resmi ditentukan satu karateka putri tersebut.

“Nanti kami umumkan satu dari dua karateka itu yang memang pantas lolos menghuni tim inti karate PON Bali. Sesegera mungkin kami bakal melakukan verifikasi keduanya dengan acuan utama yakni prestasinya. Keduanya pernah juara di even level nasional,” tutur Ardy Ganggas, Rabu (13/1/2021).

Diakuinya, verifikasi secara detil dengan melakukan perbandingan prestasi dari dua karateka itu seperti kualitas  dan kuantitas prestasi mereka. Nanti yang prestasinya paling banyak dan kualitasnya mendekati dengan karateka putri mengundurkan diri sebelumnya, maka karateka itu yang terpilih.

“Nanti yang berhak dan pantas menghuni tim inti karateka PON pastinya bakal turun di kelas 61 kg untuk perorangan dan beregu putri. Saat ini untuk beregu putri memang sudah ada dua karateka sehingga masih kurang satu karateka. Dua karateka yang ada di beregu sangat bagus kualitasnya yakni Cok Istri Sanistya Rani atau Coki dan Nada,” terang Binpres PB FORKI itu.

Uniknya lanjut Ardy Ganggas yang juga Technical Delegate (TD) PON Papua cabang olahraga karate itu mengutarakan, di kelas 61 kg itu sendiri awalnya sudah dihuni karateka bernama Candi. Namun karateka ini mengundurkan diri karena pedidikan menjadi polisi dan digantikan Ayu tapi akhirnya juga mengundurkan diri lantaran diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang aktivitsya padat. Ayu digantikan Wanda yang akhirnya juga mengundurkan diri karena diterima di Kepolisian.

“Pastinya semua itu tak masalah karena juga ada manajer yang merupakan posisi paling pertama di semua cabor PON Bali yang dimiliki karate. Bahkan manajer di karate PON Bali sudah ada sejak pra PON lalu yakni Armand Joger,” pungkas bidang Litbang KONI Bali itu. (ari)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here