Petapakan Ida Bhatara Ngider, Netralisir Kekuatan Negatif Pandemi, Harmoniskan Semesta

0
333
Petapakan Ida Bhatara ngider serangkaian ritual Ngadegang yang dilaksanakan warga Banjar Sampalan,Desa Adat Dalem Setra Batununggul,Nusa Penida

KLUNGKUNG- Kehidupan semesta saat ini dinilai tidak harmonis sejak menculnya pandemi Covid-19 di seantero dunia. Pandemi Covid-19 sudah meruntuhkan berbagai sendi kehidupan, mulai dari kesehatan masyarakat, perekonomian hingga kehidupan sosial masyarakat.

Namun bagi orang Bali yang diwariskan keyakinan Hindu dan budaya, memilih berbagai ragam ritual guna menetralisir kondisi semesta ini agar kembali pada tatanan harmonis. Salah satu yang dilaksanakan warga Banjar Sampalan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida adalah menggelar ritual Ngadegang. Ritual Ngadegang ini dilaksanakan, Senin (11/1/2021).

Pelaksanaan ritual Ngadegang pada masa pandemi diyakini sebagai upaya memohon kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa (Tuhan) agar pandemi ini segera berakhir. Meskipun tujuannya mulia, ritual tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat, mulai penggunaan masker pada warga, membatasi kerumunan serta senantiasa menjaga prilaku hidup bersih dan sehat.

Terlebih ritual yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini berlangsung ditengah penerapan pembatasan kegiatan masyarakat.

Ritus diawali dengan melasti dengan mengusung semua petapan Ida Bhatara dari Pura Gunung Hyang menuju pantai setempat. Dilanjutkan petapakan Ida Bhatara dipersembahkan sesajen di perempatan desa. Setelah ngider, petapakan Ida Bhatara kembali diusung ke Pura Gunung Hyang dan diadakan persembahyangan selama 11 hari. Persembahyangan warga diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan.

“Selama prosesi berlangsung kami tetap mengadaptasi protokol kesehatan. Semua warga yang akan melaksanakan persembahyangan kami wajibkan pakai masker. Persembahyangan juga kami atur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan,” tandas Kelian Banjar Adat Sampalan, I Dewa Made Suarjana.

Dewa Made Suarjana menyampaikan, ritual Ngadegang selain sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta, ritual ini juga bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan alam. “Semoga bencana ini (pandemi Covid 19) segera berakhir dan kita bisa kembali pada kehidupan normal,” demikian Dewa Made Suarjana. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here