Giri Prasta Instruksikan Siapkan Sembako untuk Warga Badung

1
7611
Sekda Adi Arnawa bersama sejumlah Kepala OPD membahas langkah-langkah menghadapi PSBB

MANGUPURA – Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa, Kamis (7/1/2021) memimpin Rapat ‘Darurat’ membahas kesiapan daerah menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dimulai tanggal 11 Januari hingga 25 Januari 2021. Salah satu yang direncanakan adalah pemberian jaring pengaman sosial, berupa sembako untuk seluruh KK (Kepala Keluarga) di Kabupaten Badung.

Adi Arnawa yang dikonfirmasi seusai pertemuan tersebut menjelaskan, sesuai intruksi pimpinan (Bupati), pihaknya diminta segera menyusun langkah-langkah serta rencana aksi menghadapi penerapan pembatasan kegiatan masyarakat yang berlangsung selama 2 minggu. “Salah satu arahan pimpinan, kita diminta menyiapkan skenario pemberian jaring pengaman sosial berupa sembako untuk masyarakat,”ungkap Adi Arnawa.

Teknisnya dan sebagainya, lanjut Adi Arnawa akan dibahas lebih lanjut. Sedangkan untuk sasaran direncanakan untuk seluruh KK yang ada di Kabupaten Badung. Sesuai data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung jumlah KK di Badung 128.398. “Besok (hari ini,red) akan akan kembali melakukan pertemuan dengan melibatkan unsur Muspida, termasuk dari Kejaksaan untuk meminta legal opinion,”terangnya.

Disinggung soal kebutuhan anggaran, pejabat asal Pecatu ini menjelaskan selain bisa menggunakan dana tak terduga, karena kondisi darurat juga dimungkinkan melakukan pergeseran anggaran. “Soal anggaran juga kita mulai bahas besok, OPD terkait kita minta juga menyampaikan data-data yang dibutuhkan besok,”ucapnya.

Rapat yang diikuti OPD terkait juga membahas Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No 1 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). “Kita juga membahas poin-poin yang wajib dilaksanakan oleh daerah yang melaksanakan pembatasan kegiatan sesuai Intruksi Mendagri Nomer 1 tahun 2021. Diantaranya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 Wita, melaksanakan Work From Home (WFH) sebesar 75%, serta sejumlah ketentuan lainnya,” pungkasnya. (lit)

1 KOMENTAR

  1. Untuk sekala prioritas adalah pemulihan sektor pariwisata BALI
    Agar bisa menumbuhkan kembali daya beli masyarakat sehingga secara beranngsur angsur menumbuhkan perputaran ekonomi .

    Dgn selalu mengindahkan protokol kesehatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here