Kebijakan PSBB Jawa-Bali, Begini Respons Pemkot Denpasar

0
115
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar. (Foto: Dok.)

DENPASAR – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan, secara umum Kota Denpasar telah melaksanakan ketentuan yang dipersyaratkan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB), serta pergub dan perwali  yang mengatur protokol kesehatan. Bahkan tahun lalu, Kota Denpasar memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dewa Rai menegaskan hal itu menyikapi kebijakan pemerintah pusat terkait pengetatan aktivitas masyarakat di Jawa-Bali pada 11-25 Januari mendatang sebagai respons meningkatnya kasus Covid-19. “Sebenarnya mulai Senin kemarin usai libur panjang kami sudah melakukan beberapa wacana seperti pembatasan kerja pegawai. Pak Walikota juga sudah mengeluarkan surat edaran mengatur pegawai bekerja di kantor hanya 25 persen dan 75 persen work from home,” kata Dewa Rai, Rabu (6/1/2021).

Sedangkan penutupan fasilitas publik telah dilaksanakan sejak jauh-jauh hari. Begitu juga sistem pembelajaran sampai sekarang masih menggunakan sistem daring.“Kalau untuk moda transportasi publik, di Denpasar tidak begitu banyak,” ungkapnya.

Sementara, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan, toko, maupun warung sampai pukul 19.00 WITA akan dirapatkan. “Saat ini pusat perbelanjaan buka sampai pukul 21.00 WITA hingga 22.00 WITA. Ini akan segera kami sikapi dengan rapat bersama semua Satgas,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata Dewa Rai, belum ada surat resmi terkait petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan PSBB khususnya di Denpasar. Pihaknya juga akan melakukan pemberitahuan atau sosialisasi kepada semua warga Denpasar termasuk kepada pengelola pusat perbelanjaan. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here