Bamsoet Ketemu Tomas Bali di Klungkung, Titip Empat Pilar Kebangsaan

0
255
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan tokoh masyarakat Bali di Puri Denbencingah, Desa Akah,Klungkung

KLUNGKUNG- Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo akrab dipanggil Bamsoet, bertemu dengan tokoh masyarakat (tomas) Bali, pemuka agama, pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) pengurus Majelis Desa Adat Bali, forum lintas agama, pemuda lintas agama sertaYowana Bali.

Pertemuan Rabu (23/12/2020) berlangsung di Puri Denbencingah, Desa Akah, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung. Puri Denbencingah sekaligus rumah Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Selain tuan rumah, tampak pula Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Dandim Letkok Czi Paulus Joni Simbolon, Kapolres AKBP Bima Aria Viyasa.

“Kami menyambut dengan gembira kehadirann Bamsoet di rumah FKUB.
Bamseot warga kehormatan di Klungkung. Apalagi berkenan membuat rumah di Bali, itu sudah merupakan kehormatan. Aritnya sekelas Bamsoet (pemimpin bangsa) cinta dengan Bali. Cinta itu identik dengan rukun, aman dan damai. Kalau tidak rukun tidak mungkin Pak Bamsoet bikin rumah di Bali,” ungkap Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Ia juga menyampaikan Bali semakin mengkokohkan Pancasila dan asas Bhineka Tunggal Ika. “Bali itu bentengnya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Bentengnya empat konsesus dasar bernegara kita,” tegasnya.

Menyinggung soal kerukunan, menurut Putra Sukahet, kerukunan itu perintah agama, perintah negara dan titah leluhur. “Jadi kami di Bali tidak berani macam-macam, wajib mempertahankan kerukunan itu,” katanya.

Bupati Suwirta dihadapan ketua MPR RI memperkenalkan modal spirit pembangunan di Klungkung yakni Gema Santi. “Gema Santi itu gerakan masyarakat santun dan inovasi. Modal hidup itu adalah santun, damai dan inovasi. Ini yang selalu kami gaungkan kepada masyarakat di Klungkung. Saya punya semboyan, berikan yang terbaik tidak mesti menjadi yang terbaik, saya kira pemimpin bangsa sepakat dengan itu,” tandas Bupati Suwirta saat memberikan sambutan.

Sementara Bambang Soesatyo menyampaikan kerukunan umat beragama di Bali sudah teruji. “Makanya begitu saya di Bali terasa berada di Indonesia yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tantangan kedepan bangsa ini adalah pesatnya perkembangan tehnologi. ” perkembangan tehnologi sampai masuk ranah pribadi, masuk ke anak anak. Ini potensi kerawanan bangsa. Dampak negatif seperti ujaran kebencian, terorisme, radikalisme, fanatisme itu yang mengkhawatirkan,” kata politisi Partai Golkar ini.

Karena itulah konsepsi bernegara yakni empat pilar kebangsaan, pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika terus digaungkan, disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia.

“Hal lain yang patut dijaga adalah keragaman. Bersyukur pendiri bangsa ini melahirkan pancasila. Nama sila muncul dari pemikiran orang Bali. Dunia harus tahu pancasila yang dikagumi itu kata silanya hasil pemikiran orang Bali,” tegasnya.

Bamsoet menitip empat pilar kebangsaan kepada tokoh masyarakat di Bali, pemuk agama, agar senantiasa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari di tengah masyarakat. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here