Ngamuk, Menebas Dua Orang, Wayan Adi Susanto Langsung Dijebloskan ke Penjara

0
71
Wayan Adi Susanto saat diperiksa penyidik Polres Bangli dalam kasus penganiayaan. Adi Susanto resmi dijadikan tersangka dan langsung ditahan

BANGLI-Polres Bangli akhirnya menetapkan I Wayan Adi Susanto (22), warga Banjar Ulun Danu, Desa Songan A, Kintamani sebagai tersangka peristiwa penganiayaan. Adi Susanto nekad ngamuk membabi buta, menebas dua korban Nengah Sudiatmika alias Mangku Sudi (40) dan Jro Anjasmara (42).

Akibat ulah tersangka, Nengah Sudiatmika alias Mangku Sudi (40) luka parah hingga ususnya terburai. Satu lagi saudaranya yakni Jro Anjasmara (42) mengalami luka tebas di punggung hingga tembus ke dada.

Ayah tersangka, I Ketut Sendili (53) sempat ikut diamankan, tapi akhirnya dibebaskan karena tidak ada bukti ikut menganiaya kedua korban. Paska ditetapkan sebagai tersangka, Wayan Adi Susanto pun langsung dijebloskan ke dalam jeruji besi Polres Bangli.

Kasatreskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020), membenarkan pihaknya telah menetapkan satu tersangka, yakni Wayan Adi Susanto, sebagai tersangka tunggal dalam kasus penganiyaan berat yang terjadi Jumat (18/12) lalu .

“Dari hasil lidik dan keterangan sejumlah saksi, maka kami tetapkan Adi Susanto sebagai tersangka tunggal. Yang bersangkutan langsung kami lakukan penahanan,”jelasnya seraya menyampaikan tersangka dijerat dengan pasal 351 Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara sub pasal 35 ayat (1).

Sementara I Ketut Sendili, kata Androyuan, sebelumnya memang sempat diamankan bersama tersangka, hanya saja statusnya sebagai saksi. “Setelah dilakukan penyelidikan, belum ditemukan kalau yang bersangkutan ikut terlibat dalam penganiayaan berat tersebut. Untuk itu Ketut Sendili kami pulangkan ,”kata mantan Kapolsek Kuta Utara ini.

Tersangka Adi Susanto dihadapan penyidik mengakui secara terus terang telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan sepupunya tersebut mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Dia mengaku kalap, setelah melihat ayahnya terjatuh akibat ulah dua korban.

“Saya melihat ayah terjatuh, kemudian langsung mengambil pedang dan menyerang korban,” sebut Adi Susanto.
Dirinya juga mengaku tidak tahu secara persis permasalahan yang terjadi antara ayahnya dengan kedua korban. Jadi penebasan itu murni dilakukan secara spontanitas karena ingin melindungi ayahnya. (dus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here