Terduga Oknum Polisi Dilaporkan Peras Cewek “Open BO”

0
859

DENPASAR – Oknum polisi berinisial RCN berdinas di Polda Bali dilaporkan wanita muda berinisial M (21) ke Bidang Propam Polda Bali dan Direktorat Reskrimum terkait dugaan pemerasan disertai pengancaman, Jumat (18/12/2020).

Ceritanya berawal dari M “Open BO” melalui aplikasi MiChat. Cewek bertato ini mengaku terpaksa melayani kencan singkat pria hidung belang lantaran kena PHK akibat pandemi Covid-19.

Selasa (15/12) sekira pukul 23.30 WITA, M menerima seorang tamu di kosnya di kawasan Denpasar Selatan. Nah, saat mau indehoy, tiba-tiba terlapor mendobrak pintu kamar. Ia mengaku bernama Joey bertugas di Polda Bali sembari menunjukkan KTA Polri.

Setelah menyuruh tamunya pergi, terlapor mengunci pintu kamar dan menginterogasi M. Ujung-ujungnya, oknum berpangkat Briptu itu memaksa pelapor agar mau berhubungan badan. Apabila menolak, M diancam ditangkap karena masalah prostitusi.

Selesai berhubungan, terlapor mengambil uang M Rp 350.000 serta sebuah Iphone. Parahnya lagi, HP itu akan dikembalikan asalkan M membayar tebusan Rp 1,5 juta. Belum cukup sampai disitu, RCN juga meminta uang bulanan Rp 500 ribu. Karena merasa tak sanggup, cewek berkulit putih itu akhirnya melapor ke Polda Bali.

Charlie Usfunan selaku pengacara M mengungkapkan,  kliennya melayangkan laporan ke Bidang Propam terkait kode etik anggota Polri. “Dari Propam menyebutkan bahwa pelaku memang anggota Polisi bertugas di Polda Bali. Dia juga sudah diperiksa oleh Propam,” kata Charlie kepada wartawan.

Sedangkan laporan ke Direktorat Reskrimum Polda Bali berkaitan dengan dugaan tindak pidana yaitu Pasal 368 tentang Pemerasan, Pasal 378 tentang Penipuan, dan Pasal 363 tentang Pencurian. Selesai melapor, M menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Bali di Jalan Trijata, Denpasar .

Sementara, Direktur Reskrimum Kombes Dodi Rahmawan belum mau berkomentar banyak terkait adanya laporan tersebut. Ia hanya mengatakan sedang melakukan pendampingan terhadap pelapor. “Penyidik Unit PPA dan Penyidik Propam sedang mendampingi pelapor. Kami masih proses laporannya,” ujarnya singkat. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here