Cegah Klaster Baru Penularan Covid-19, Perayaan Tahun Baru Dilarang

0
221

Gubernur Bali I Wayan Koster

DENPASAR – Penyebaran Covid-19 di Bali masih terus dan tetap diwaspadai. terlebih lagi belakangan ini banyak berdatangan wisatawan nusantara yang berlibur di Bali. Mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021, Gubernur Bali Wayan Koster kembali menerbitkan Surat Edaran nomor 2021 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Kegiatan Masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dalam tatanan era baru di Bali.

Diterbitkannya surat tersebut karena masih tingginya tingkat penularan kasus positif Covid-19 di wilayah Indonesia temasuk Provinsi Bal yang ditandai dengan munculnya klaster baru. Telah terjadi peningkatan arus kunjungan ke Bali dan tingginya potensi kerumunan masyarakat selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 di Provinsi Bali. Olehkarenanya perlunya bagi semua pihak untuk menjaga kesehalan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, serta citra positif Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan persnya di Jaya Sabha, Selasa (15/12/2020) meminta Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali agar dengan sungguh-sungguh, tertib, dan disiplin serta penuh tanggung jawab mentaati ketentuan. Mematuhi dan mentaati Peraturan Gutermur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Gubernur Koster mengharapkan, pelaku Perjalanan Dalam Negen (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali harus mengikuti ketentuan yang berlaku guna memutus rantai penularan Covid-19. Pelaku PPDN harus bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku, bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR, minimal 2x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e HAC Indonesia bagi yang melakukan perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji Rapid Test Antigen, minimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan hasil negatif uji Rapid Test Antigen berlaku selama 14 (empat belas) hari sejak diterbitkan.

“Selama masih berada di Bali wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen yang masih berlaku,” tegasnya.

Sementara setiap orang, Pelaku Usaha, Pengelola, Penyelenggara atau Penanggung jawab Termpat dan Fasilitas Umum yang melaksanakan aktivitas selama Libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021, wajib melaksanakan protokol kesehatan.

“Memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan hand sanitizer, membatasi interaksi fisik dan selalu manjaga jarak. Tidak boleh berkerumun dan membatasi aktivitas di tempat umum/keramajan dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya di dalam dan/atau di luar ruangan. Menggunakan petasan, kembang api, dan sejenisnya dan mabuk minuman keras,”pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here