Kenalan di Medsos, Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur

0
211
DICIDUK : Tersangka pembawa lari gadis di bawah umur dibeber Kapolsek Baturiti

TABANAN – Dengan bujuk rayu dibelikan sepeda motor dan janji manis lainnya, I Made Metro Wenten (41) asal Sukasada Buleleng yang tinggal di Dusun 1, Desa Toraut, Dumoga Barat, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, berhasil membawa kabur seorang ABG Ni Luh M (16), pelajar salah satu SMP di Kecamatan Baturiti. Bahkan dengan akal bulus, bujuk rayu, pelaku berhasil menyetubuhi korban beberapa kali. Pelaku akhirnya ditangkap di rumah asalnya di wilayah Sukasada Buleleng.

Kapolsek Baturiti AKP Fachmi Hamdani didampingi Kasubbag Humas Polres Tabanan IPTU I Nyoman Subagia menjelaskan, antar pelaku dengan korban kenal di media sosial. Dari perkenalan tersebut, pelaku berjanji pada korban akan dibelikan sepeda motor, dibelikan sepatu  serta diberi modal untuk untuk menjual obat-obat pertanian. Bujuk rayu pelaku di media sosial membuat korban luluh, sehingga mereka pacaran.

Kemudian keduanya sering bertemu bahkan saking mabuk kepayang sampai melakukan hubungan yang semestinya belum boleh dilakukan seorang ABG dan bukan suami istri. Bahkan pada 12 Oktober 2020 sekitar , pelaku membawa kabur korban ke daerah asalnya. Dalam tiga hari pelariannya, pelaku kembali menyetubuhi korban dua kali. “pelaku berhasil kami amankan disebuah rumah di wilayah Sukasada  bersama korban 14 Oktober sekitar pukul 22.00 WITA dan langsung kami interogasi,” jelas AKP Fachmi, Senin (09/11/2020).  

Dalam pemeriksaan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengakui perbuatannya melarikan Luh M yang masih ABG dan telah beberapa kali menyetubuhi korban selama pelarian tiga hari. Korban juga mengakui kalau dirinya telah disetubuhi. “Tersangka mengakui perbuatannya telah melarikan anak dibawah umur setelah kenal di media sosial dan telah menyetubuhinya,”  ungkap AKP Fachmi.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan  pasal 81 ayat (1) dan (2), pasal 82 ayat (1) dan pasal 83 UU RI No. 35 th 2014 atas perubahan UU RI No 23 th 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman  minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

Dijelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan orang tua korban bawah anaknya meninggalkan rumah 12 Oktober 2020 sejak pukul 08.00 WITA. Kemudian, orang tua korban mendapat pesan singkat dari HP korban yang diduga dikirim oleh pelaku dengan bunyi, “ Swastiastu Ibu, Bapak, ILUH saat ini ada di Manado baru turun dari pesawat dan I Luh baik-baik saja”. Berdasarkan pesan tersebut, orang tua korban akhirnya melapor ke Polsek Baturiti.

AKP Fachmi menegaskan, begitu mendapat laporan, pihaknya menerjunkan petugas untuk mengejar  tersangka termasuk mengecek lewat cyber keberadaan pelaku dan korban melalui telepon. Dari pengecekan tersebut, diketahui kalau tersangka maupun korban tidak berada di Manado tetapi berada di wilayah Sukasada , Buleleng. Sehingga petugas mengejar dana melakukan penyelidikan di lokasi. “14 Oktober 2020 sekitar pukul 21.00 WITA Kami berhasil menangkap tersangka bersama korban di sebuah rumah di wilayah Sukasada Buleleng,” tegasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here