
BULELENG – Paska liburan bersama yang cukup panjang, Rabu (04/11/2020), Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Kabupaten Buleleng menggelar test swab massal. Selain menyasar Aparat Sipil Negara (ASN), upaya percepatan pelacakan penyebaran Covid-19 secara masif juga dilakukan terhadap aparat TNI dan Polri.
“Test swab massal ini merupakan upaya pelacakan secara massif, sebagaimana instruksi pemerintah pusat dan provinsi untuk mendeteksi secara dini baik ASN, TNI maupun Polri yang terjangkit virus Covid-19,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa usai pengambilan sampel test swab di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng.
Suyasa yang juga Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng memaparkan, sesuai hasil koordinasi dengan Satgas-PP Covid-19 Provinsi Bali, pelaksanaan test swab untuk ASN ditergetkan 200 orang perhari, termasuk aparat TNI dan Polri yang ada di Kabupaten Buleleng.
“Kami juga dibatasi kapasitas petugas swab, sekitar 200 sampai 300 perhari. Karena harus melakukan test swab terhadap hasil tracing terkonfirmasi, itu kan harus ditracing juga dan dilakukan swab juga,” terangnya.
Test swab massal yang dilaksanakan sampai Desember ini, diharapkan dapat mendeteksi secara dini, ASN, TNI dan Polri yang terinfeksi Covid-19.
“Jika ada yang positif, langsung di tangani, menjalani isolasi pada tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali,” jelasnya.
Selain percepatan deteksi penyebaran Covid-19, kata Suyasa, test swab massal yang dilaksanakan di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng dan RS Giri Emas, juga diharapkan dapat menghindari terjadinya penutupan kantor jika ada yang hasil test swabnya terkonfirmasi positif.”
Ini kan asimtomatik ya, begitu ada yang positif asimtomatik kita langsung kirim ke tempat karantina di Provinsi. Kalau kantornya, kita lihat dulu, ini kan kasus per kasus jadi tidak perlu nutup kantor. Dan yang ditest sekarang secara fisik sehat, cuma kita mau lihat dalam tubuhnya ada virus covid-19 atau tidak,”tandasnya.
Untuk hasilnya, akan bisa diketahui paling cepat Kamis (05/11/2020) besok , karena pengujian Laboraturium PCR masih dilakukan di Denpasar. (kar)








