Postingan Kasar IRT Ini Berujung 9 Bulan Penjara

0
299
VONIS : Linda Paruntu Rempas diganjar hukuman 9 bulan penjara.

DENPASAR – Emosi Ibu rumah tanggam (IRT) Linda Paruntu Rempas yang diluapkan melalui postingan di Facebook mendapat ganjaran 9 bulan penjara dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (27/10/2020).

Majelis hakim diketuai I Wayan Sukrada menyatakan terdakwa Linda terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar UU ITE. “Terdakwa terbukti tanpa hak melawan hukum tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektroni sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU ITE No.11 tahun 2008,”  ujar Sukrada.

Selain menjatuhkan vobis pidana penjara, majelis hakim juga memutuskan agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 3 juta, subsider 2 bulan kurungan. Terkait putusan itu, Jaksa Eddy Arta Wijaya yang sebelumnya menuntut terdakwa 1 tahun 6 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

BACA JUGA:   Temuan Kasus Positif, 62 ASN di Lingkungan Pemkab Tabanan Ditracing

Kasus ini berawal dari anak terdakwa dan anak korban  Simone Chritine Polhutri mengikuti perpisahan kelas VI sekolah SDK Tunas Kasih pada Maret 2010.  Pihak sekolah meminta bantuan wali murid menjadi panitia acara.

Dalam rapat, disepakati acara perpisahan dilaksanakan di Nusa Penida. Selesai acara, pada 14 Mei terdakwa komplain lantaran anaknya mengalami cedera saat bermain kano. “Komplain itu disampaikan melalui grup WhatsApp (WA) wali murid kelas VI. Komplain itu mengakibatkan perselisihan antara saksi korban dengan terdakwa,” ujar Jaksa Eddy.

BACA JUGA:   Dijaga Massa, PN Denpasar Tunda Penetapan Sita Jaminan Jimbaran Hijau

Malamnya, terdakwa asal Manado itu menggunakan telepon genggamnya membuka akun Facebook dan membuat postingan menuduh korban membicarakan terdakwa di belakang.

Terdakwa juga menyebut nama korban disertai kalimat yang membuatnya malu. Pelapor sendiri merupakan istri seorang perwira TNI-AU. Bahkan, terdakwa menantang akan melapor. “Saksi korban dan keluarganya merasa malu dan terhina karena apa yang dituduhkan oleh terdakwa tidak benar dan mengandung fitnah. Apalagi menyamakan dengan monyet dan dituliskan di medsos,” ujar Jaksa Eddy. (wat)

BACA JUGA:   PHRI Buleleng Berharap Role Model DTW Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − four =