Regenerasi Lifter Bali Lamban. Kenapa ?

0
34
Ni Luh Sinta Darmariani

DENPASAR – Mantan lifer putri nasional asal Bali Ni Luh Sinta Darmariani mengakui jika regenerasi atlet angkat besi atau lifter khususnya putri di Bali sangat lamban perkembagannya. Imbasnya pada even nasional masih mengandalkan atlet senior.

“Contohnya di kelas saya 64 kg, regenerasinya tidak ada sehingga saat pra-PON tahun 2019 lalu, Pengprov PABSI Bali masih menurunkan saya sehingga hasilnya tidak maksimal,” ujar Sinta ditemui di KONI Bali, Minggu (25/10/2020).

Pada pra-PON lalu lanjutnya, dirinya memang gagal memenuhi harapan Bali lolos PON Papua tahun 2021. Padahal  saat PON di Jawa Barat tahun 2016 silam medali emas di kelas 64 kg putri menjadi miliknya dan satu-satunya medali emas dari cabor angkat besi.
Menurut wanita kelahiran Denpasar 22 Desember 1986 ini, pasca mempersembahkan medali emas PON tahun 2016 dirinya sudah tidak berlatih lagi, dan tahun 2017 resmi mundur dari dunia angkat besi.

“Tetapi pada Pra-PON tahun 2019 di Bandung, Jawa Barat PABSI Bali memanggil saya untuk ikut, saya waktu itu cedera siku kanan dan tidak bisa tampil maksimal sehingga gagal lolos PON Papua,” ujar Aparatur Sipil Negara di Kemenpora ini.

Diakuinya, setelah mundur pada tahun 2017 dirinya menjadi asisten pelatih angkat besi Bali Joko Honggono, dan Bali hanya meloloskan Ketut Ariana ke PON Papua mendatang. Ia menambahkan, PB PABSI memberi kesempatan kepada dirinya untuk ikut program sentra pelatih angkat besi. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here