Komplotan Pembobol ATM Kuras Uang Nasabah Puluhan Juta

0
56
ILUSTRASI ATM/PNG

DENPASAR –  Aksi pembobolan mesin ATM muncul selama pandemi Covid-19 di Bali. Kawanan garong dengan leluasa menguras uang nasabah bank hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu yang disasar pelaku adalah mesin ATM di wilayah Mengwitani, Badung, Sabtu (10/10).  Mereka merusak fascia atas serta gembok ATM.  Kejadian tersebut baru diketahui oleh pihak bank sekira pukul 17.00 Wita kemudian dilaporkan ke Direktorat Reskrimum Polda Bali dengan kerugian Rp 10 juta. “Berdasarkan pengecekan rekaman CCTV,  pelakunya  empat orang yang datang ke TKP mengendarai sepeda motor,”kata sumber, Selasa (20/10).

Berdasarkan hasil penyelidikan, keempat penjahat jalanan itu akhirnya teridentifikasi.  Selama beberapa minggu diburu, mereka akhirnya ditangkap di seputaran Jalan Marlboro, Denpasar Barat, Kamis (15/10). “Penangkapan dilakukan saat mereka hendak membobol mesin ATM,”ungkapnya.

Sumber menyebut identitas para pelaku yaitu Faisal A. Roni (34), Saidi Ahmad (46) dan Haris Hartono (44) asal Sumatera Selatan serta Sandri Fais (29) beralamat di Bogor, Jawa Barat.  “Modus pelaku  mengganjal lubang masuk kartu di mesin ATM serta mencongkel fascia atas dan bawah. Mereka juga memasang stiker call centre palsu,”beber sumber yang keberatan identitasnya dipublikasikan ini.

Yang mengejutkan, komplotan ini ternyata sudah beraksi di 8 mesin ATM dan sudah menguras uang nasabah di rekening mencapai Rp 22.500.000.  “Mereka datang ke Bali memang tujuannya untuk membobol ATM dan menyiapkan peralatan seperti stiker call center palsu, obeng, potongan plastik botol minuman, lem dan gunting. Dari keempat pelaku, ada berperan mengawasi situasi dan ada merusak serta mengambil ATM nasabah,”ungkapnya.

Dari penangkapan, polisi menyita barang bukti dua sepeda motor,  satu obeng pipih, gunting, empat HP serta selembar stiker call centre palsu bertuliskan, “layanan pengaduan 24 jam. Jangan meninggalkan mesin atm sebelum kartu atm, uang dan struk transaksi telah anda terima. Jika terjadi masalah saat bertransaksi, uang tidak keluar, kartu atm tertelan, segera hubungi call centre : 088 8986 4000.

Terkait pengungkapan kasus ini, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan tidak bisa dikonfirmasi melalui telepon. Pesan yang dikirim via WhatsApp terlihat centang satu. Sedangkan Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi mengaku belum menerima laporan penangkapan padahal data sudah viral di media sosial. “ Belum dapat datanya. Kalau bisa langsung ke Dirkrimum saja,”ujarnya singkat. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here