Wartawan Kompeten Sadar Imbas dari Pemberitaan

0
28

Penutupan UKW PWI Bali angkatan VI bekerjasama dengan Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali

DENPASAR – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali selama dua hari (14-15) Oktober 2020, didukung Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bali, berakhir Kamis, 15 Oktober 2020. Dari 11 wartawan peserta UKW, 10 diantaranya dinyatakan Kompeten. Dengan memiliki kompetensi wartawan akan tahu imbas dari pemberitaan yang dibuat.

Hal terssebut disampaikan salah satu penguji yang juga Direktur UKW PWI Pusat Prof. Dr. Rajab Ritonga, M.Si saat digelar acara penutupan UKW PWI Bali angkatan VI di Gria Santrian Hotel, Sanur – Denpasar, Kamis (15/10/2020).


Dalam kata pengantar laporan hasil UKW, Rajab Ritonga menyampaikan, predikat belum kompeten bukanlah akhir dari segalanya. Karena itu ia berharap peserta yang dinyatakan belum kompeten agar tetap semangat, dan dipersilahkan menunggu waktu enam bulan, untuk kembali mengikuti UKW berikutnya.


“UKW PWI Provinsi Bali angkatan VI yang bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali kali ini diikuti 11 wartawan. Sepuluh diantaranya dinyatakan kompeten, sedangkan 1, gagal alias belum kompeten,” ujar Prof. Rajab Ritonga, M.Si.

Prof. Rajab bersama Nurcholis MA Basyari, yang juga penguji dalam kesempatan ini menyampaikan, saat ini di Indonesia ada sekitar lebih kurang 120 ribuan wartawan dari berbagai media, namun baru sekitar 15 ribuan saja yang kompeten.


Dalam menyajikan berita menurut Prof Rajab, wartawan mesti berdasarkan fakta, tidak memasukkan opini dalam naskah beritanya. Artinya, seorang wartawan yang kompeten tentu mereka akan sadar imbas dari suatu pemberitaan. “Seorang wartawan mestinya memiliki wawasan serta mengikuti kaidah dan etika jurnalistik,” katanya mewanti-wanti. Apalagi katanya, saat ini banyak bermunculan portal berita, tinggal pilih mau jadi wartawan kompeten atau abal-abal.


Sementara dalam sesi diskusi sebelum acara pengumuman hasil UKW, Prof. Rajab yang juga tampil sebagai nara sumber, membawakan materi “Pentingnya Pelaksanaan UKW” ditegaskan bahwa pelaksanaan UKW adalah upaya dari Dewan Pers untuk terus meningkatkan profesionalisme Wartawan seluruh Indonesia. Wartawan professional kata dia, adalah Wartawan yang dalam menjalankan tugas-tugas Jurnalistik bersandar pada penguasaan pengetahuan, ketrampilan dan beretika secara baik.


Deputi Direktur Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Donny Heatubun saat menutup secara resmi UKW PWI Bali angkatan VI, menegaskan, negara ini sangat membutuhkan Wartawan-wartawan yang kompeten dalam menjalankan tugas. Kompeten itu adalah professional berkualitas. Karena menurut dia, tugas Wartawan adalah tugas mulia sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. “Wartawan itu adalah jendela hati masyarakat. Setiap saat orang menunggu informasi dari para Wartawan, baik informasi pembangunan maupun informasi lainnya.
Dari tulisan para Wartawan, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan informasi yang menyangkut seluruh aspek kehidupan. Dari Wartawan juga masyarakat ingin memastikan sebuah informasi itu valid atau tidak, benar atau hoax. Karena itu Wartawan harus benar-benar professional. Berita yang ditampilkan adalah berita yang memang benar telah diferivikasi,’ ujar Doni.


Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali, kata dia selalu akan bersama PWI Provinsi Bali untuk bewrsama-sama meningkatkan profesionalitas Wartawan di Bali, khususnya Wartawan yang sehari-hari ngepos di Bank Indoesia.


Sementara itu, Ketua PWI Bali, yang diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Bali, Emanuel Dewata Oja alias Edo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kantor Perwakilan BI Bali yang telah memfasilitasi seluruh kegiatan UKW PWI Bali angkatan VI di Gria Santrian Hotel Sanur selama dua hari. Dikatakan, BI Bali adalah instansi non pemerintahan pertama yang bekerjasama dengan PWI Bali, menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan.


Edo yakin, hasil 10 wartawan kompeten dan 1 wartawan belum kompeten adalah hasil terbaik yang harus diterima PWI Bali. “Saya sangat yakin, hasil ini adalah hasil terbaik. Tidak ada rekayasa, tidak ada kong kali kong, karena yang menguji langsung Direktur UKW PWI Pusat, yakni abang Rajab Ritonga, yang tak lain adalah penegak disiplin UKW PWI,’ ujar Edo.


Kepada Wartawan yang belum dinyatakan kompeten, Edo berpesan agar tidak putus asa dan kehilangan harapan untuk kembali mengikuti UKW pada kesempatan lain. “Belajar untuk meningkatkan profesionalitas, tidak mengenal usia. Ada pepatah, long life education. Maka teruslah belajar dan belajar,’ ujar Edo.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here