Tiga Bulan ‘Ditelan’ Bumi, Margi Bangkit, Persoalkan Kasus Ijazah Palsu Oknum Dewan

0
394
Ketut Margi diapit oleh kedua penasehat hukumnya Wayan Sumardika dan Ketut Metrajaya Aryana.

KLUNGKUNG- Penanganan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu pada Pileg 2019 oleh terduga oknum anggota DPRD Klungkung Nyoman Mujana, yang bergulir di tangan penyidik Polda Bali, bak ditelan bumi. Hampir tiga bulan lebih penanganan kasus itu tidak jelas juntrungannya.

Kondisi itu membuat Ketut Margiana alias Margi selaku pihak pelapor sempat putus asa. Terlebih Margi mendapat informasi secara lisan dari penyidik, kasusnya tidak cukup bukti untuk dilanjutkan. Tapi Margi, penyanyi pop Bali ini tidak mau menyerah begitu saja. Ia muncul lagi bersama Wayan Sumardika serta Ketut Metrajaya Aryana, dua penasehat hukum yang baru ditunjuknya.

“Saya sempat putus asa. Tapi setelah saya komunikasikan dengan penasehat hukum saya yang baru saya tunjuk, saya tetap harus mengungkap dugaan penggunaan ijazah palsu ini,” ungkap Margiana didampingi dua penasehat hukumnya, Jumat (16/10/2020).

Sumardika menyatakan, begitu dia diberikan kuasa, dia sudah mengkros cek saksi-saksi yang sebelumnya dimintai keterangan di Polda,termasuk saksi ahli yang juga sempat dimintai keterangan di Polda.

“Saya sudah datangi penyidiknya. Awalnya sempat dibilang perkaranya tidak cukup bukti untuk dilanjutkan. Bahkan katanya sudah ada SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan). Saya berdebat dengan penyidik, atas dasar apa perkara itu dikatakan tidak cukup bukti. Padahal penyidik sudah mengantongi tiga alat bukti yakni keterangan saksi, keterangan ahli dan bukti surat,” ungkap Sumardika.

Menurut Sumardika, sesuai pasal 183 KUHAP, dengan dua alat bukti yang sah, perkara sudah bisa diteruskan sampai ke pengadilan. “Dari klien kami sudah ada tiga alat bukti, artinya sudah lebih,” imbuhnya. Rencananya Sumardika bakal menyetorkan tambahan alat bukti yakni bukti petunjuk berupa rekaman video yang isinya Mujana mengakui menggunakan ijazah palsu (milik orang lain), karena ijazah miliknya hilang.

Pengakuan itu ia sampaikan dihadapan pengurus DPW Perindo Bali selaku induk partinya saat mediasi dengan Ketut Margi yang juga sama-sama kader Perindo.

“Bukti petunjuk berupa rekaman video segera akan saya serahkan ke penyidik,” ujar Sumardika seraya meminta penyidik tetap mengedepankan profesionalisme, proporsional dan independen.

Jika perkara ini terus mandeg, Sumardika menyatakan bakal meminta perlindungan hukum kepada Kapolda. ” Atau langkah lain yang bisa saya tempuh melapor ke Kompolnas,Komisi III DPR RI, memprovamkan (penyidik),” katanya.

Sebelumnya pihak Nyoman Mujana melalui penasehat hukumnya, I Nyoman Swastika menampik apa yang dituduhkan. Menurut Swastika yang ada hanya persoalan administrasi yang kurang sempurna saat proses pencalegan.

Suastika sempat menunjukkan ijasah milik Mujana yakni ijasah SD, ijasah SMP, surat keterangan kehilangan ijasah SMA dan ijasah sarjana. “ Logikanya kalau tidak punya ijasah SMA, masa bisa punya ijasah sarjana. Klien saya punya ijasah SMA tapi ijasahnya hilang dan sampai sekarang tidak ditemukan,” tandas Swastika.

Kasus ini mencuat bermula adanya kecurigaan Mujana menggunakan ijazah orang lain saat pencalegan pada Pileg 2019. Mujana diduga mengcopy lalu mengganti nama, nama orang tua serta foto dalam ijazah itu untuk kepentingan pencalegan melalui Partai Perindo. Saat ini Mujana duduk sebagai anggota DPRD Klungkung. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here