Kuatkan Kemandirian Pangan, Dana-Dipa Prioritaskan Pembangunan Sektor Pertanian

0
61
I Gede Dana bersama Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster yang juga Gubernur Bali oada suatu acara di Karangasem

KARANGASEM,—Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Karangasem nomor urut 01, I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa terus bergerak menemui masyarakat untuk menyampaikan program unggulan lima tahun kedepan, jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Karangasem dalam Pilkada 9 Desember 2020.

Sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura dan didukung Patrai Solidaritas, serta PKB itu. Hal ini dilakukan guna menyikapi lesunya dunia pariwisata di tengah bencana yang melanda dunia.
Bali, khususnya di Karangasem, kata Gede Dana, sangat bergantung pada sektor pariwisata. Tapi ketika ada bencana seperti pandemic Covid-19, sektor pariwisata semakin lesu.

Dia menilai, satu-satunya pembangunan yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat ada pada sektor pertanian.
“Astungkara kalau saya nanti terpilih menjadi bupati, pembangunan dibidang pertanian akan menjadi program prioritas pembangunan di Karangasem 5 tahun ke depan,” ucap Gede Dana, dikonfirmasi via telepon, Kamis (8/10/2020).

Sebagai program prioritas, penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian terus digaungkan Gede Dana dan calon wakilnya I Wayan Artha Dipa, setiap berkempanye menemui masyarakat yang ada di wilayahnya.

Seperti saat melakukan kampanye di Banjar Pegubugan dan Banjar Dalem, Desa Duda, Kecamatan Selat, baru-baru ini. Gede Dana yang hadir bersama Ketua Tim Independen pemenangan Dana-Dipa, I Nengah Swadi, dengan tegas mengatakan, program prioritas pembangunan dibidang pertanian itu, sejalan dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang sudah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat.

Gede Dana menegaskan, sektor pertanian dijadikan program skala prioritas karena hampir 60 persen masyarakat Karangasem bergerak di sektor pertanian. Sektor ini, kata pria asal Banjar Lebah, Desa Datah, Kecamatan Abang, itu sekaligus sebagai penguatan pangan masyarakat di tengah lesunya perekonomian karena dilanda pandemi Covid-19, yang belum berkesudahan.

“Sektor pertanian harus kembali digerakkan, untuk mengantisipasi isu perang dunia yang membuat pariwisata kita semakin terpuruk,” ucapnya.

Ketua Tim Independen Pemenangan Dana-Dipa, I Nengah Swadi, mengatakan, saat ini masyarakat Karangasem ingin perubahan. Agar bisa mencapai hal itu, lanjut Swadi, perlu pemimpin yang dengan tulus mengadikan dirinya untuk Kabupaten Karangasem.

Menurut Swadi, Gede Dana merupakan figure yang paling tepat untuk mewujudkan perubahan di Karangasem. Alasannya, komunikasi 1 jalur yang dibangun dengan pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah Pusat akan mampu mempercepat perbaikan pembangunan di kabupaten ujung timur Bali ini.

“Pak Gede Dana sangat wirang untuk memperbaiki Karangasem, itu sebabnya beliau rela meletakkan jabatanannya sebagai Ketua DPRD Karangasem padahal masih tersisa 4 tahun. Kalau beliu dapat amanah masyarakat memimpin Karangasem, saya yakin Karangasem yang kita cintai ini akan bisa lebih baik dari yang sekarang,” ucapnya.

Demi membangun perubahan di Karangasem, Swadi juga mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang rasional.

“Jangan karena sembako dan uang 100 ribu masyarakat tidak menentukan pilihan yang rasional. Saat ini Pak Gede Dana figure yang paling tepat memimpin Karangasem 5 tahun kedepan,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pegubugan, I Kadek Mawa, meyakini kesederhanaan dan kepolosan Gede Dana akan mampu membangun perubahan menuju Karangasem Era Baru di Karangasem. Dia juga berharap , jika terpilih nanti, Gede Dana bisa menjadi pemimpin yang merakyat dan menyatu dengan masyarakat demi kemajuan Karangasem 5 tahun kedepan. (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here