Bali Masuki Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrem !

0
59
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar M Taufik Gunawan sampaikan Prakiraan Musim Hujan 2020/2021.

BADUNG – Bali telah memasuki masa pancaroba– peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat agar waspada cuaca ekstrem.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar M Taufik Gunawan dalam press release online Prakiraan Musim Hujan 2020/2021, Senin (5/10/2020) menyampaikan,  cuaca ekstrem biasanya terjadi mengikuti peralihan musim seperti hujan lebat berdurasi singkat disertai kilat/petir, angin kencang, puting beliung, atau bahkan fenomena hujan es seperti yang pernah terjadi di wilayah Jawa Barat. “Kalau sudah ada kejadian seperti itu, pertanda peralihan musim. Jadi, tanda-tanda alamnya sudah kita identifikasi,” katanya sembari mengabarkan tanda alam berupa waterspout sempat terjadi pada 25 September 2020 di Jembrana dan 29 September 2020 di Pantai Lebih Gianyar.

Terkait hal itu, pihaknya telah melayangkan surat kepada pemerintah daerah agar mengantisipasi dampak yang mungkin diakibatkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. “ Kami berharap Pemda melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) atau instansi terkait lainnya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi musim hujan nanti. Misalnya, melakukan perambasan pohon, mewaspadai daerah-daerah rawan longsor atau banjir,” ujarnya.

Sementara, Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetia membeberkan, Karangasem bagian tengah merupakan  wilayah pertama yang akan memasuki musim hujan 2020/2021 yaitu pada dasarian III Oktober nanti.

Disusul dasarian I November oleh wilayah Jembrana/Tabanan bagian selatan, Tabanan/Badung bagian utara, Tabanan/Gianyar/Badung/Bangli/Karangasem bagian tengah, serta Tabanan/Bangli bagian utara. Setelah itu,  dasarian II November, yang akan memasuki awal musim hujan adalah wilayah Buleleng bagian utara dan Jembrana bagian utara, Tabanan bagian selatan, Badung bagian selatan, serta Kodya Denpasar.

Dasarian III November daerah Jembrana bagian barat, Bangli bagian utara, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, serta Karangasem bagian selatan. Berikutnya di dasarian I bulan Desember adalah Buleleng bagian timur, Karangasem bagian utara, dan Karangasem bagian timur. Itu kemudian disusul pada dasarian II  Desember di wilayah Nusa Penida. “Daerah terakhir yang akan memasuki awal musim hujan pada Desember dasarian III adalah Buleleng bagian barat dan Jembrana bagian barat,” sebutnya sembari menambahkan untuk sifat hujan pada musim hujan 2020/2021 di Bali sebagian besar adalah normal dan  ada pula daerah yang tergolong bersifat bawah normal dan atas normal. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here