Keluhan Tak Direspon, Nelayan Wanasari Bangun Penghalau Eceng Gondok

0
317
Gotong royong pembangunan alat penghalau sampah dan eceng gondok di alur loloan terusan Tukad Mati dalam area Teluk Benoa.

BADUNG – Nelayan Wanasari Tuban dibuat lelah oleh serbuan eceng gondok dari Tukad Mati. Mereka pun memasang penghalau di alur loloan dalam area Teluk Benoa agar eceng gondok tidak lagi mengganggu alur melaut dan mengancam bibit mangrove.

Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari Tuban Agus Diana mengatakan, pemasangan penghalau dilakukan secara swadaya oleh nelayan dan masyarakat yang kini ikut menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan. “Penghalau itu dibuat secara swadaya beberapa hari lalu. Bentuknya berupa rangkaian bambu dan botol bekas sebagai pelampung,” ujarnya.

Agus mengaku alat sederhana itu takkan mampu bertahan lama karena eceng gondok dan sampah dari alur Tukad Mati kerap datang dalam volume besar. “Alat itu memang cukup efektif untuk sementara tapi jika serbuan eceng gondoknya dalam jumlah  banyak, kami tidak bisa menjamin kalau itu mampu bertahan,”ungkapnya.

Terhadap kondisi tersebut, Agus berharap adanya perhatian  pemerintah atau pihak terkait yang berwenang atas Tukad Mati agar eceng gondok maupun sampah lainnya tidak lagi dibiarkan lolos menuju Teluk Benoa. “Terus terang kami sudah bosan menyuarakan ini karena sama sekali tidak ada respon dari pihak terkait. Padahal kami berharap agar persoalan ini mendapat tindak lanjut yang pasti karena di masa lesunya pariwisata akibat pandemi Covid-19 ini, perikanan adalah satu-satunya sektor yang bisa kami andalkan. Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan lauk sehari-hari,” ucapnya.

Desa adat dan kelurahan setempat diakuinya telah ikut mengatensi persoalan yang dialami para nelayan. Bahkan, itu sudah disikapi dengan pembuatan surat keberatan warga ditujukan ke Camat Kuta. “Kami harap keberatan kami ini bisa mendapat solusi dari pemerintah dan pengawalan para wakil rakyat,” harapnya.

Lurah Tuban Ketut Murdika membenarkan pihaknya bersama desa adat sudah berupaya menyikapi persoalan yang dialami para nelayan pesisir timur Tuban itu. Ia juga berharap perawatan terhadap muara Tukad Mati bisa dilakukan secara berkelanjutan termasuk dalam hal evakuasi terhadap sampah dan eceng gondok pada alurnya. “Kami harap sampah dan eceng gondok di Tukad Mati bisa diangkat, bukan dibiarkan lepas ke Teluk Benoa. Karena jika dibiarkan, maka masyarakat nelayan kami di Tuban ini yang kena dampaknya,” ucapnya sembari menyebut bahwa sepengetahuannya eceng gondok bisa diolah sebagai produk kerajinan.

Dikonfirmasi terspisah, Kepala Satuan Non Vertikal (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai Bali Penida Made Denny Setya Wijaya mengaku telah memberikan perhatian terhadap eceng gondok di muara Tukad Mati. Bahkan, saat ini pihaknya sedang berupaya memprogramkan penanganan itu melalui kegiatan operasional BWS. “Kita masih programkan upaya kegiatan penanganan dari bagian operasional BWS. Mohon doa dan dukungannya, semoga ini bisa segera kita lakukan,” sebutnya.

Kendati demikian, Denny menyebut peran semua pihak sangatlah diharapkan agar penanganan terhadap persoalan eceng gondok dimaksud bisa tertangani secara maksimal. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here