
GIANYAR – Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra tak mau gegabah menyikapi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor : 487/GugasCovid/IX/2020 yang salah satu poinnya tentang pembatasan aktivitas pada objek dan daya tarik wisata seiring meningkatnya kasus Covid-19.
“Kami masih melakukan kajian terkait penutupan atau pembatasan aktivitas pariwisata. Nanti kalau kajiannya sudah keluar, kami konsultasikan lagi ke Gubernur,” ujar I Made Agus Mahayastra, Rabu (23/9/2020).
Mahayastra mengaku tidak ingin saklek seperti di awal pandemi Covid-19 karena berdampak pada perekonomian masyarakat. Ia juga merasa iba khususnya untuk objek wisata kebun binatang. “Saat ditutup, objek wisata seperti kebun binatang sangat kesusahan. Banyak binatang yang terancam terlantar. Belum lagi banyak karyawan dirumahkan,”tegasnya.
Sejak pariwisata dibuka dalam era new normal, kata Mahayastra, perekonomian di Bumi Seni mulai menggeliat. “Dalam masa recovery ekonomi ini, saya tidak akan saklek seperti awal pandemic karena sangat jelas, begitu pariwisata dibuka, pergerakan ekonomi di Gianyar mulai menggeliat,” ujarnya.
Meski saat ini pariwisata di Kabupaten Gianyar hanya mengandalkan wisatawan lokal, Mahayastra menyampaikan tetap memberikan nilai positif terhadap pergerakan perekonomian. “Walaupun wisatawan yang datang ke objek-objek di Gianyar itu didominasi lokal tapi kualitas mereka tidak jauh beda dengan wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Sementara, terkait pinti dalam Surat Edaran yang membatasi jumlah pegawai dalam satu kantor, Mahayastra menyampaikan sudah langsung ditindaklanjuti. “Soal jumlah pegawai masuk kerja 25 persen itu, saya sangat hormati dan sudah berjalan di Gianyar. Tapi untuk pariwisata, masih dilakukan kajian apakah harus dibatasi atau bagaimana. Nanti apapun hasilnya, tetap saya akan koordinasikan dengan Gubernur, karena pariwisata itu sangat berarti untuk perputaran ekonomi di Gianyar,” tandasnya.
Pantauan dilapangan sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Gianyar, dimana suasana kantor relatif sepi. Hal tersebut dikarenakan saat ini jumlah pegawai yang masuk kerja hanya 25 persen. Seperti di Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, yang biasanya ramai saat ini relatif sepi. (jay)








