Kemenparekraf Gelontor Dana 20 M, Pulihkan Pariwisata Bali Melalui CHSE “We Love Bali”

0
104
Upaya Pemulihan Pariwisata Bali

DENPASAR – Bali sebagai pintu masuk wisatawan dunia internasional di wilayah Indonesia Timur, ditengah pandemi Covid-19 ini benar-benar terpuruk. Siapapun belum bisa memastikan kapan dunia pariwisata akan pulih kembali. Pemulihan pariwisata Bali terus dilakukan dengan berbagai upaya bahkan pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memberikan dukungan yang luar biasa untuk pemulihan pariwisata Bali.

Dalam waktu dekat ini tepatnya awal Oktober hingga Nopember telah dibuatkan program pemulihan bertajuk “We Love Bali”. Bahkan Kemenparekraf tidak tanggung-tanggung dalam mendukung program ini, menggelontor dana sebesar Rp 20 miliar. Dari program pemulihan pariwisata Bali ini diharapkan ekonomi dan pariwisata Bali bisa tumbuh dan bergeliat. Pada tahap awal dibuat dua kegiatan sebagai implementasi dari penerapan protokol Cleanners Healty Safety and Environmental Sustainability (CHSE).Hal itu disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Riski Handayani seusai media gathering, implementasi Protokol CHSE melalui Program “We Love Bali” di Inna Bali Hotel Denpasar, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya kegiatan upaya pemulihan ini murni gawenya masyarakat Bali. Sementara Kemenparekraf membantu pendanaan saja yang besarannya Rp 20 Milyar untuk mendukung 10 perjalanan keliling Bali yang melibatkan 4400 peserta dengan kesempatan menginap 2 malam dari tiga hari perjalanan. “Kegiatan ini bukan kegiatan Kemenparekrap, murni kegiatan masyarakat Bali, kita hanya mendukung pendanaannya saja. Sosialisasi penerapan implementasi CHSE “We Love Bali” diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Bali,” katanya.

Riski Handayani menambahkan, sukses atau tidak kegiatan ini sebagai upaya pemulihan pariwisata di Bali khususnya, pihaknya akan terus bergerak, pihaknya akan selalu optimis. Setelah kegiatan ini nantinya, akan dilakukan evaluasi dan apa yang mesti dilakukan lagi untuk mempercepat pemulihan pariwisata Bali.

Menurutnya pemulihan ekonomi dan parwisata bukan hanya tugas pemerintah saja melainkan semua orang, pemangku kepentingan dan semua masyarakat Bali. Sebab, siapapun belum bisa memprediksi kapan Covid-19 akan berakhir bahkan vaksin anti Covid-19 belum bisa dipastikan kapan akan bisa diproduksi bahkan tahun 2022 juga belum bisa dijamin bisa. Target tidak bisa ditentukan dan terpenting semua sudah berbuat. “Dalam pemulihan pariwisata ditengah pandemi, kita tidak bisa ngomong target, kita sudah berbuat dan orang bisa memahami pentingnya Protokol CHSE, “imbuhnya.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Riski Handayani

Dari program ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Bali. Olehkarenanya, segala kebutuhan dari kegiatan yang akan dilaksanakan pada Oktober – Nopember nanti, semua diproduksi di Bali. Tidak ada didatangkan dari luar Bali termasuk tas yang akan diberikan pada peserta gathering, semua diproduksi di Bali.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa menyampaikan, Pemprov Bali bersama stakholder terkait berupaya terus melakukan pemulihan pariwisata Bali ditengah pandemi Covid-19. Putu Astawa mengatakan, kegiatan perjalanan wisata ke seluruh Bali ini, semua peserta akan diperlakukan seperti wisatawan dan dari kegiatan bisa mengimplementasikan penerapan protokol CHSE dengan baik.

Selain mengimplementasikan penerapan potokol CHSE, juga bertujuan untuk mempromosikan obyek-obyek wisata yang belum dikenal oleh masyarakat luas. Sebab, Bali sesungguhnya memiliki banyak obyek wisata dan atraksi menarik, layak untuk dikunjungi tetapi selama ini jarang dikunjungi wisatawan baik nusantara maupun manca negara. Hal itu dikarenakan keberadaan dari obyek-obyek wisata itu belum terekspos. Momentum ini akan dimanfaatkan dengan komitmen sungguh-sungguh, bahwa Bali benar-benar telah menerapkan CHSE. Dengan kekuatan media di Bali mampu menginformasikan ke seluruh dunia, bahwa Bali telah bersungguh-sungguh menerapkan prokes CHSE sehingga mendapat penilaian yang baik dan wisatawan manca negara yang nantinya berani untuk datang ke Bali berwisata. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here