
BULELENG – Momentum kegiatan penyaluran bantuan Bahan Pangan Tambahan (BPT) bagi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 tahun 2020, tidak hanya dimanfaatkan Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia, Ketut Kariasa Adnyana untuk menyampaikan bantuan dan memotivasi petugas kesehatan.
Acara yang dihadiri pejabat Karantina Kesehatan Pelabuhan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng serta sejumlah anggota DPRD Buleleng, juga dimanfaatkan senator asal Desa Busungbiu tersebut untuk mengingatkan pentingnya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk mencegah penularan Covid-19. “Pemberian bantuan bagi tenaga kesehatan sangat penting, dan lebih penting lagi adalah penerapan Prokes oleh semua pihak untuk mencegah serta mengendalikan Covid-19 yang menunjukkan tren peningkatan,” tandas Kariasa Adnyana, Senin (21/9/2020) usai menyerahkan bantuan di Kunyit Bali – Pantai Lovina.
Peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi dan meninggal dunia akibat Covid-19 di Bali, kata Kariasa, mendapat perhatian khusus pemerintah pusat dan harus disikapi bersama semua pihak. Bukan hanya karena Covid-19 ini sudah memapar warga masyarakat dari semua kalangan, bahkan pejabat daerah, Pandemi Covid-19 ini juga sudah berdampak pada sektor usaha, terutama pariwisata yang menjadi andalan perekonomian masyatakat Bali. “Akibat Pandemi Covid-19, pertumbuhan perekonomian Bali saat ini minus 11 persen. Kondisi paling terpuruk diantara 34 Provinsi di Indonesia ini membuat kita prihatin,” tandasnya.
Selain penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran barbagai macam bantuan kepada masyarakat, serta pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara komperhensif antara lain dengan pelaksanaan test swab, upaya percepatan pemulihan perekonomian juga dilakukan dengan mendesak pemerintah pusat agar memberi perhatian khusus kepada Bali.
Perhatian khusus kepada Bali, menurut Kariasa, layak diberikan karena Bali merupakan etalase nasional bahkan internasional.”Saat ini, pemerintah pusat sudah memberi perhatian kepada Bali, baik dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat maupun kepada tenaga medis dan non kesehatan, termasuk sarana prasarana penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Selain pemenuhan sarana prasarana, pemerintah pusat juga di harapkan mendorong penanganan Covid-19 secara komperhensif.”Test swab kita dorong, karena dengan test swab ini, deteksi dini dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum ditemukan vaksin. Kami belum yakin betul, tahun 2021 ini bisa memberikan vaksin kepada seluruh masyarakat. Karena, dari hasil kerjasama Bio Farma dengan Sinovac-China, kita hanya dapat quota 30 juta vaksin, dengan 30 juta vaksin kita diseluruh Indonesia tidak akan bisa terjangkau,” tandas Kariasa seraya menegaskan dengan kondisi ini dan vaksin massal baru bisa dilakukan tahun 2022 maka Prokes merupakan upaya terbaik mencegah penularan Covid-19. (kar)








