Klaster Baru Bermunculan, Gubernur Kembali Lakukan Pembatasan Kegiatan

0
128


Gubernur kembali instruksikan pembatasan kegiatan.

DENPASAR – Klaster baru terus bermunculan hingga menyebabkan angka penularan Corona Virus Disease (Covid-19) terus meningkat. Sementara angka kesembuhan semakin melambat dan angka kematian semakin bertambah. Munculnya klaster-klaster baru akibat interaksi masyarakat, Gubernur Bali Wayan Koster kembali melakukan pembatasan terhadap obyek-obyek wisata di Bali. Keberadaan obyek wisata pantai juga harus dikendalikan bahkan sejumlah tempat seperti lapangan Puputan Renon juga sudah ditutup aktivitas dihentikan. Bukan hanya itu, kegiatan tajen juga minta dihentikan dan diserahkan sepenuhnya pada Desa Adat yang bertindak.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Koster setelah diterbitkan dan disampaikan surat edara bersama oleh PHDI Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, di Denpasar Senin (14/9). Surat Edaran Bersama PHDI dan Majelus Adat bernomor 081/PHDI-Bali/IX/2020, Nomor 007/SE/MDA-Prov Bali/IX/2020 tentang pembatasan kegiatan upacara yadnya dan keramaian di Bali dalam situasi Gering Agung Covid-19. Surat Edaran kedua dari FKUB Bali bernomor:42/IX/FKUB/2020 tentang pengaturan kegiatan keagamaan dan keramaian di Bali dalam situasi pandemi Covid.

Diterbitkannya surat edaran bersama ini Gubernur Koster memberikan apresiasi dan mendukung penuh surat edaran bersama ini untuk melalukan pembatasan terhadap kegiatan masyarakat.

Gubernur Koster mengatakan, kasus baru terus mengalami peningkatan dan angka kesembuhan terus melambat. Kasus-kasus baru lebih banyak dari angka kesembuhan, pun demikian dengan angka kematian akivat terpapar Covid mengalami peningkatan. Olehkarenanya Gubernur mendukung surat edaran bersama ini yang tujuannya untuk melakukan pembatasan kegiatan nasyarakat. ” Klaster-klaster baru bermunculan sumbernya berasal dari interaksi masyarakat. Kita sepakat dan dituangkan dalam surat edaran untuk membatasi kegiataan keagamaan termasuk keramaian,”ujarnya.

Menurut Gubernur Koster klaster-klaster baru ini muncul dari interaksi kegiatan masyarakat seperti upacara manusa yadnya, pitra yadnya termasuk kegiatan tajen. Terhadap kebijakan yang diambil oleh Majelis Desa Adat bersama PHDI dan FKUB ini dapat ditindaklanjuti oleh semua kabupaten kota di Bali. Edaran ini akan menjadi arahan seluruh kabupaten oleh para bupati walikota “Semua harus mendukung penuh dan disiplin, penuh tanggungjawab demi melindungi diri sendiri, keluarga dan kerabat terdekat, “pintanya.

Gubernur Koster menambahkan, Bali selama ini selalu menjadi contoh dalam penanganan Covid-19 dan mampu melakukan pengendalian kasus-kasus baru. Belakangan ini, sebaliknya yang terjadi kasus – kasus baru meningkat terus dan angka kesembuhan melambat. Diharapkan semua masyarakat dapat melaksanakan surat edaran ini dengan penuh disiplin dan tanggungjawab dan jangan sampai ada yang mempersoalkan.
(arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here