Masyarakat ‘Meboye’ Anggap Remeh Covid-19,Anggota DPRD Bali dan Supir Banyak Terpapar Covid

0
48
Nyoman Oka Antara

DENPASAR – Kasus Corona Virus Disease (Covid -19) terus meningkat dan bahkan terkabarkan virus mematikan ini juga sudah tertular ke sejumlah anggota DPRD Bali dan sejumlah supir. Bukan hanya di DPRD Bali saja, termasuk sejumlah anggota dewan di DPRD Kabupaten juga sudah ada yang terpapar Covid. Sayangnya, tidak ada satupun yang ada berani komentar di DPRD Bali, terhadap sejumlah anggota dewan yang terpapar Covid.

Hingga Senin (14/9/2020) kasus terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 7.226 orang, sembuh 5.691 orang dan kasus meninggal sudah mencapai 174 orang. Kasus penularan dan kematian akibat Covid-19 terus meningkat akan tetapi di masyarakat, penularan Covid-19 di Bali masih dianggap remeh. Masyarakat tidak percaya secara penuh terhadap penularannya yang kian cepat bahkan banyak masyarakat Bali mulai ‘meboye’. Apalagi ada pasien meninggal hasil swab sudah jelas-jelas positif Covid dan dibarengi penyakit bawaan. “Tetap saja masyarakatnya tidak yakin meninggal karena Covid melainkan lebih yakin meninggal karena penyakit bawaan, “ujar anggota Komisi I DPRD Bali, Nyoman Oka Antara saat ditemui di ruang Komisi I DPRD Bali, Senin (14/6/2020).

Politisi PDIP Bali ini meminta, sosialisasi harus digencarkan terus ke masyarakat. Apalagi saat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Oka Antara memastikan kasus penularan lewat transmisi lokal, klaster rumah tangga maupun klaster pasar akan semakin meningkat. Sebab, masyarakat di pasar saat belanja untuk kebutuhan hari raya, banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Meski memakai masker tetapi dipakai di dagu, tidak menjaga jarak saat belanja.

Oka Antara menambahkan, kegiatan aktivitas masyarakat di era new normal yang tidak bisa terkontrol yakni kegiatan upacara adat dan kegiatan judi tajen. Disinilah terjadi penerapan new normal yang keblablasan dan tidak terkontrol. Sebab, anggapan masyarakat ketika pemerintah Provinsi Bali memulai Tatanan Kehidupan Era Baru, anggapan masyarakat penerapan new normal ini, masyarakat sudah bisa bebas beraktivitas, tidak taat dan patuh pada protokol kesehatan.

Oka Antara berharap kerja Satgas Gotong Royong Provinsi Bali diaktifkan kembali diseluruh Bali untuk mengedukasi masyarakat. Melakukan sosialisasi terus menerus kemasyarakat jangan sampai new normal yang diberlakukannya tidak terkontrol. “Ini penting, Satgas Gotong Royong harus diaktifkan kembali,”pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here