Pendapatan Menurun, PDAM Badung Tetap Berupaya Subsidi Ribuan Pelanggan

0
89
Direktur Teknik PDAM Badung Wayan Suyasa dan Direktur Umum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya.

BADUNG –  PDAM Kabupaten Badung berjuang ekstra untuk “menyelamatkan” tarif pemakaian air bersih masyarakat rumah tangga di tengah menurunnya pendapatan serta terganggunya pola subsidi silang  akibat pandemi Covid 19.

Direktur Teknik PDAM Badung Wayan Suyasa menjelaskan, produksi air baku  menelan biaya Rp 8.000/m3. Dalam upaya membantu memberikan keringanan kepada masyarakat, pihaknya hanya membebankan Rp 4.000-Rp 6.000. Kekurangannya dilakukan melalui pola subsidi silang dari hotel dan restoran serta bandara.

Namun, dalam situasi pandemi Covid-19, pola subsidi itu sulit untuk tetap dilakukan karena banyak usaha akomodasi pariwisata yang belum beroperasi secara maksimal dan beberapa masih tutup sehingga pemakaian air PDAM ikut mengalami penurunan drastis. “Karena pensubsidinya berkurang membuat pola subsidi silang jadi terganggu,” tegasnya sembari menyebutkan tentang pola pensubsidian terhadap 60 ribu pelanggan oleh 13 ribu pelanggan.

Jajaran direksi PDAM Badung tak mau menyerah begitu saja. Meski pendapatan menurun 40 persen lebih, tetap berupaya memberikan subsidi ke puluhan ribu pelanggan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan melalui efisiensi pengeluaran. “Karena kita kan tidak mungkin merubah tarif begitu saja. Jadi kita lakukan efisiensi pengeluaran termasuk biaya perawatan mobil juga kita kurangi,” ungkapnya didampingi Direktur Umum PDAM Badung Ida Ayu Eka Dewi Wijaya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here