LPD Kedonganan Alihkan Dana Perayaan HUT untuk Penggairahan Ekonomi Krama

0
486
Pengecekan lokasi tempat pembangunan Gedong Kertha Loka.

BADUNG – LPD Kedonganan mengambil langkah bijak dalam memperingati ulang tahun ke-30. Dana yang sebelumnya telah dirancang Rp 20 miliar tidak dipergunakan untuk acara berbau euforia tapi dialokasikan untuk penggairahan perekonomian masyarakat yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Salah satu inovasi yang dilakukan LPD Kedonganan berkaitan dengan hal itu dengan memberdayakan aktiva yang ada. Aktiva adalah milik masyarakat yang sementara ini diberikan pendampingan LPD dengan harapan bisa memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

Aktiva yang diberdayakan tersebut diluncurkan, Rabu (9/9/2020)  dalam bentuk tempat belanja kebutuhan rumah tangga di Tekad atau kepanjangan dari Tenten Krama Desa Adat Kedonganan “Kami awalnya sudah merancang sejumlah kegiatan dalam rangka perayaan HUT ke-30 ini dengan biaya yang dirancang Rp 20 miliar. Karena ada musibah Covid-19, kami bersama kelihan adat, badan pengawas, dan prajuru adat, sepakat untuk lebih fokus pada pemaksimalan mental pawongan karena kondisi saat ini tengah membuat banyak mental masyarakat menjadi down. Banyak usaha tidak bisa beroperasi maksimal, termasuk pula 24 warung ikan bakar di Kedonganan yang notabene juga merupakan sumber dari tabungan dan kredit LPD,” kata Ketua LPD Kedonganan Ketut Madra.

Dengan penyesuaian fokus anggaran, LPD Kedonganan dipastikan tetap  melaksanakan program rutin pembagian daging babi menjelang hari raya Galungan. Bahkan rencananya, ada pemberian voucher belanja di tempat perbelanjaan Tekad. Bukan hanya itu, krama juga mendapat beras  25 kg  dengan rincian 10 kg bersumber dari LPD, 10 kg bersumber dari banjar, dan 5 kg bersumber dari pengelola kafe. “Ini tentu sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama. Yakni memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada krama. Mudah-mudahan dengan ini krama adat Kedonganan bisa termotivasi dalam membangun diri meski dalam suasana menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Madra juga memastikan kegiatan LPD berkaitan dengan pendidikan masyarakat tetap dilaksanakan. Bahkan belum lama ini, LPD Kedonganan  telah membantu beberapa warga yang nyaris putus sekolah. “Apapun sisa-sisa kekuatan yang kita miliki, kita kembalikan kepada krama. Itu pasti akan selalu kami upayakan di LPD ini. Mudah-mudahan dengan ini juga, krama ke depannya bisa lebih percaya dan yakin terhadap keberadaan LPD,” ungkapnya.

Sekadar diketahui,  dalam operasional pusat belanja Tekad, LPD Kedonganan juga menyediakan fasilitas transaksi non tunai dengan menggunakan Kartu Krama Mipil (KKM). Kartu tersebut nantinya akan dikantongi oleh para nasabah LPD Kedonganan.

Di usia ke-30 tahun, juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedong Kertha Loka yang merupakan pusat niaga dan kesehatan krama Desa Adat Kedonganan. Di atas lahan seluas 6 are tersebut, akan dibangun gedung tiga lantai. “Jadi di sana akan ada juga apotek dan praktek dokter bersama,” imbuhnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here