
Rapat membahas rencana pengalihan jalur llalu lintas di Kintamani
BANGLI— Agar memiliki jalur wisata tersendiri, Pemkab Bangli berencana untuk mengalihkan arus lalu lintas (lalin) KIntamani-Singarajja.
Selain itu, Pemkab Bangli juga memutuskan untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawai Badan Pengelola Batur Unesco Global Geopark (BPPBUGG).
Selain masih dalam suasana pandemi Covid 19, petugas tersebut juga masih bertugas pasca relaksasi pungutan di DTW Kintamani. Hal ini mendapat persetujuan dari kalangan DPRD Bangli.
Ini terungkap dalam rapat kerja (Raker) antara DPRD Bangli dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (9/9/2020) .
Bupati Bangli I Made Gianyar mengungkapkan, Januari tahun 2021 mau tidak mau pengalihan arus lalu lintas Bangli- Singaraja yang selama ini melewati kawasan Penelokan, secara resmi akan diberlakukan.
Untuk masyarakat umum, akan dialihkan ke barat dari Jalur Sekardadi, Bayunggede, Katung, Belancan tembus Tunon (sebelum Pura Ulun Danu Batur-red). Sedangkan jalur Culali juga bisa melalui Tunon atau ke Barat, bisa lewat Belancan atau lewat Bunutin.
“Pertigaan Tunon tetap akan ada petugas khusus melakukan pengawasan namun tidak melakukan pungutan disana. Namun jika semisal ada yang belok ke kiri menuju Kawasan Kintamani, petugas yang mengawasi tersebut tinggal calling petugas lainnya yang melakukan pungutan,”tandas Gianyar.
Kata bupati, selama ini banyak orang kucing-kucingan inginnya hidup nikmat, enak tapi tidak mau bayar. Sementara untuk akses warga lokal, dikecualikan dari kebijakan tersebut.
Warga lokal,semisal dari desa Songan, tetap bisa melintas di jalur Penelokan dengan menunjukkan identintas dan tentunya agar lebih gampang, petugas nanti akan melakukan pendataan terhadap mobil masyarakat lokal supaya bisa lewat.
“Soal pengalihan arus tersebut, pihaknya mengaku sudah mengintruksikan Dinas PU, Dinas Perhubungan untuk berkordinasi dengan Pemrov Bali,”kata dia.
Bupati asal Desa Bunutin ini, tidak ada pilihan lain, propinsi harus menyetujui ini. Kalau pengalihan ini tidak disetujui, pihaknya akan kembali melakukan pungutan lagi ditempat itu.
“Agar Bangli ini, tidak semua salah. Memang masyarakat kita gratis ke Tanah Lot, ke Bedugul, kemana saja juga kita bayar. Namun ke kita saja gratis, gara-gara semua orang rewel,” ketus Gianyar. (dus)








