
Gubernur Bali I Wayan Koster meresmikan Balai Banjar Adat Padangaji
KARANGASEM – Gubernur Bali, I Wayan Koster meresmikan Wantilan Banjar Adat Padangaji, Desa Peringsari Kecamatan Selat, Karangasem, Rabu (2/9/2020).
Kedatangannya ke Kabupaten Karangasem didampingi oleh Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Acara peresmian ini juga di ikuti oleh Forkopimca Selat, ketua PHDI Kecamatan Selat, perbekel Desa Peringsari dan bendesa adat Padangaji.
Bendesa Adat Padangaji, I Gusti Ngurah Lawas menjelaskan kondisi Wantilan Banjar Adat Padangaji ini awalnya sangat memprihatikan. Wantilan tersebut berdiri sejak tahun 1951kondisinya sangat sederhana, memakai bahan bambu, pohon kelapa, seseh, serta kondisi tanahnya berundak.
“Kondisinya dulu sangat memprihatikan, karena sudah lama, sekitar 70 tahun dan sudah lapuk,” ujarnya.
Gubernur Bali, I Wayan Koster memberikan bantuan dana sebesar Tp 750 juta. Bantuan ini difasilitasi oleh Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana. Bantuan itu kemudian dipakai untuk merenovasi Wantilan Desa Adat Padangaji.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Gubernur,” ucap bendesa adat Padangaji. Bangunan ini mulai direnovasi sejak 5 bulan lalu, dan selesai di awal Agustus lalu.
Upacara pemlaspas baru dilaksanakan, Rabu (2/9/2020) bertepatan dengan hari Purnama.
“Saya sengaja mengundang Pak Gubernur untuk meresmikan wantilan ini, agar beliau dapat melihat hasil bantuan yang diberikan ke desa kami, juga sebagai ucapan terimakasih kami,” ujar bendesa adat Padangaji.
Sementara Gubernur Bali I Wayan Koster menilai bangunan wantilan tersebut sudah bagus. “Saya lihat satu persatu, bagus hasil kerjanya, cuma agak sumpek sedikit,”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Koster mengapresiasi sekha gong yang merupakan yowana dari Desa Adat Padangaji. Sekha gong ini terdiri dari 45 personel yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah mulai dari SD hingga SMA. Pihaknya juga memberi bantuan paket baju seragam, berupa udeng, baju, saput dan kamben berwarna merah kombinasi putih hitam yang disimbolkan sebagai Tridatu.
“Kita tak akan kekurangan seka gambel karena sudah ada anak-anak mudanya yang meneruskan” ujar Koster. (ami)








