
BULELENG – Aksi penolakan terhadap aktifitas Masyarakat Internasional Kesadaran Kresna atau Internasional Society for Krishna Consciousness (ISKCON) di Bali, makin menguat dan dilakukan secara beragam serta oleh berbagai Lembaga Hindu. Dengan berlandaskan ajaran Tri Hita Karana, Pusat Koordinasi (Puskor) Hindunesia memilih cara lebih damai dan kontruktif dalam menolak aliran keyakinan seperti ISKCON yang sebenarnya tandakutip merupakan organisasi misi, dikhawatirkan bisa mengancam kedamaian bahkan dari segi spiritualitas gerakan seperti ini tidak sesuai dengan apa yang sudah dimiliki Nusantara terutama di Bali.
“Secara tegas Puskor Hindunesia, aliran-aliran apapun termasuk keyakinan-keyakinan lain yang berusaha untuk merong-rong, apalagi terorganisir,” tandas Ketua Puskor Hindunesia Ida Bagus Susena, Jumat (28/8/2020) sore usai melantik Dewan Koordinasi Daerah (Dekorda) Kabupaten Buleleng Puskor Hindunesia periode 2020-2025.
Pada acara pelantikan di Pasraman Satria Muda Majapahit – Singaraja tersebut, Susena menandaskan penguatan oraganisasi Puskor Hindunesia, dengan membentuk Dekorda Kabupaten/Kota se-Bali, bahkan sampai tingkat Kecamatan dan Desa ini, merupakan upaya membentengi umat dari pengaruh aliran-aliran maupun keyakinan lain yang jelas berbeda secara teologi, konsep ketuhanan, termasuk tatanan etika, moral, serta panca yadnya dan yang lainnya berkaitan dengan dasar keyakinan terhadap tiga kerangka Hindu Dharma.
“Kalau hanya sekedar untuk konsumsi pribadi tidak masalah, siapapun berhak untuk belajar spiritual, tapi kalau sudah mulai keranah mempengaruhi orang lain, apalagi orang lain sudah jelas-jelas memiliki keyakinan dan agama, itu sudah melanggar undang-undang, baik Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-undang PNPS No 1 tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan da/atau Penidaan Agama,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Dekorda Hindunesia Buleleng periode 2020-2025, Budi Hartawan. Bersama dengan PHDI dan Lembaga Adat, Budi Hartawan yang juga tokoh spiritual Satria Muda Majapahit menyatakan siap melaksanakan visi dan misi Puskor Hindinesia di Kabupaten Buleleng.”Bersama jajaran pengurus Dekorda Hindunesia Kabupaten Buleleng, Dekorda 9 Kecamatan dan 146 Desa yang ada di Kabupaten Buleleng, kami akan lakukan penguatan organisasi dan umat di Kabupaten Buleleng, sesuai visi serta misi Puskor Hindunesia,” tegasnya.
Selain mengedukasi umat tentang agama, Dekorda Hidunesia Buleleng juga berupaya melakukan penguatan umat dibidang teknologi informasi, industri, serta perekonomian berdasarkan kosep Tri Hita Karana dan Gotong Royong. “Sehingga disamping memiliki pemahaman agama yang kuat, umat juga bisa mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis dan sejahtera,” pungkasnya. (kar)








