Airlangga Hartarto Breafing Paslon Golkar yang Dijagokan dalam Pilkada

0
61

NUSA DUA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan Breafing kepada limas pasangan calon yang akan bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020 di Nusa Dua, Kamis (20/8/2020).

Pasangan calon (Paslon) yang hadir diantaranya, paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri dengan Made Sukerana, pasangan dari Jembrana, Nengah Tamba dan Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).

Paslon dari Kabupaten Bangli I Made Subrata dan Ngakan Kutha Parwata, pasangan dari Bangli. I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Wayan Muntra, pasangan dari Badung. Serta, AA Ngurah Panji Astika dan Dewa Nyoman Budiasa.

Kehadiran Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Bali banyak memberikan pengarahan kepada lima pasangan calon yang dijagokan dalam pilkada bersama koalisi di tingkatan provinsi. Hanya paslon dari Denpasar yang tidak ada nampak hadir. Denpasar sendiri sampai saat ini belum ada paslon yang direkomendasi. Golkar bersama koalisinya belum memutuskan siapa yang akan dijagokan dalam perebutan kursi wali kota dan wakil wali kota Denpasar sampai sejauh ini.

Pertemuan paalon dan Ketua Umum Golkar di Nusa Dua Bali dibenarkan oleh Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry,. Menurut Sugawa Korry, pihaknya di internal Golkar memanfaatkan momen kedatangan Airlangga Hartarto ke Bali dalam kapasitas sebagai Ketua DPP Partai Golkar. “Kami minta waktu Beliau agar memberikan pengarahan kepada calon-calon kepala daerah yang kami usung dalam rangka pilkada. Begitu juga pengarahan untuk ketua-ketua DPD II kami yang baru terpilih,”bebernya.

Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini menjelaskan poin penting yang disampaikan Airlangga Hartarto kepada lima pasangan calon yang akan maju dalam pilkada kali ini adalah program kerja. Mereka dituntut untuk merancang program yang inovatif dan kreatif untuk bisa memecahkan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi masyarakat saat ini.

“Tidak jauh-jauh, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Solusi atau program apa yang bisa ditawarkan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa keluar dari kesulitan-kesulitannya sekarang. Jadi pandemi ini memang jadi tantangan. Tapi di sisi lain juga peluang untuk menawarkan program yang inovatif dan kreatif itu. Sehingga ada simpati dari masyarakat,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here