
DENPASAR – Berita bohong atau hoaks yang kian masif di tengah masyarakat mendorong Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali membuat Sistem Pencegah Informasi Hoaks (SAHIH) yang diluncurkan sehari menjelang HUT ke-75 Kemerdekaan RI.
Wakil Ketua DPW LDII Bali H. Hardilan mencatat dalam database SAHIH ada 8.741 berita hoaks.”Jumlah database bakal terus bertambah secara otomatis setiap harinya,” bebernya didampingi Wakil Ketua H. Agus Purmadi, Selasa (18/8/2020).
Menurutnya, apabila informasi hoaks tidak dicegah, maka bisa menyesatkan, menimbulkan kegaduhan serta kekacauan. Bahkan, bisa memicu terjadinya perpecahan. “Melalui SAHIH ini, warga LDII Bali dan semua orang bisa mengecek informasi yang beredar itu hoaks atau tidak,” tegasnya.
Ia membeberkan, di era post-truth seperti sekarang, informasi beredar secara masif. Dalam hitungan menit, suatu peristiwa atau kejadian langsung menjadi berita yang dikonsumsi publik.
Hanya, tidak semua informasi yang disajikan itu benar. Contoh terbaru adalah ledakan di Beirut, Lebanon, disebabkan oleh rudal Israel. Faktanya, sumber ledakan berasal dari sebuah gudang pelabuhan yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat selama enam tahun tanpa memenuhi aturan keselamatan. “Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita hoaks karena berdasarkan Undang- Undang ITE ancaman pidananya paling lama enam tahun dan denda hingga Rp 1 miliar,” tandasnya. (bar)








