
DENPASAR – Masih dibatasinya aktifitas atau kegiatan di tempat umum sejak pandemi, membuat atlet biliar jarang mendapat waktu lebih untuk latihan. Kondisi ini pastinya dikhawatirkan skill pebiliar PON Bali mengalami penurunan.
Kekhawatiran itu muncul dari Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali sekaligus pelatih kepala tim biliar PON Bali, Willy Soedarno. Dirinya tak menyangkal hal tersebut karena intensitas latihan menjadi jauh berkurang. “Kalaupun bisa latihan paling hanya 3 kali dalam sepekan. Itupun harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan latihan mereka pun sementara ini masih memakai dana pribadi,” kata Willy Soedarno, Senin (17/8/2020).
Ditambahkan lagi, faktor tidak semua atlet biliar PON Bali memiliki meja sendiri membuat terkendalanya latihan mereka. Sehingga menghambat untuk mengasah skill. “Ya jadinya mau tidak mau harus menyewa sendiri. Itupun mereka terpisah latihannya, tidak satu tempat. Tapi semuanya di Denpasar,” papar Willy.
Meski memakai dana sendiri, Willy mengungkapkan ketika dana dari KONI Bali cair nantinya akan diganti. “Itu saja solusi terbaik yang bisa diambil saat ini. Atlet semoga bisa mengerti, karena kembali juga hal itu untuk mereka sendiri,” tegasnya.
Tapi, jika kondisi sudah normal kembali seperti sedia kala, Willy menegaskan bakal menggenjot latihan pebiliar. Terutama untuk mengangkat dua faktor yakni teknik dan mental yang diakui masih ketinggalan, karena jenuh hanya berlatih kebugaran saja. “Nantinya bertahap. Sekarang masih 3 minggu sekali dan jika nanti kondisi sudah memungkinkan untuk latihan teknik akan bisa ditingkatkan durasi latihan menjadi setiap hari latihannya,” pungkas Willy. (ari)








