
DENPASAR – Jadwal di dua laga berbeda yakni di AFC Cup 2020 dan Liga 1 2020 menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Bali United. Pasalnya, kedua laga tersebut digelar bulan September mendatang. Secara resmi jadwal dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 2020 masih belum dipastikan meski rencananya digelar September mendatang. Pengumuman jadwal lebih cepat, bisa memberikan gambaran masing-masing pelatih untuk menentukan program latihan, hingga strategi yang harus dilakukan.
Dengan jadwal pertandingan yang cukup padat, resiko pemain mengalami cedera bisa lebih tinggi termasuk skuad Serdadu Tridatu. Apalagi hingga Februari 2021 mendatang, masing-masing klub harus melakoni 31 pertandingan yang idealnya dilakukan dalam enam bulan. “Kami belum dapat jadwal kompetisi Liga 1 sampai sekarang ini sehingga saya belum bisa berkomentar mengenai jadwal yang padat atau tidak,” kata pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra atau Teco, Kamis (13/8/2020).
Mengenai AFC Cup yang sudah jelas jadwalnya, Teco memiliki tanggapan sendiri. Baginya, sentralisasi pertandingan di Vietnam tidak menguntungkan, karena seharusnya Bali United melakoni dua pertandingan kandang dan satu pertandingan tandang tersisa di grup G. “Jelas ini kurang menguntungkan kami karena ada dua laga kandang yang kami miliki akhirnya hilang. Main di kandang merupakan peluang besar untuk bisa meraih kemenangan meski memang itu tidak mutlak,” ungkap pelatih asal Brasil itu.
Meskipun tidak diuntungkan, namun Teco tetap optimis peluang untuk Bali United lolos ke semifinal zona Asia Tenggara masih terbuka. “Seharusnya kami main dua pertandingan di Bali dan sekali di Vietnam. Tahun ini menjadi tahun yang tidak mudah bagi kita semua termasuk kami di Bali United. Kami masih ada peluang untuk lolos grup dan kami harus kerja keras dalam latihan dulu agar punya persiapan yang bagus untuk main di Vietnam,” pungkasnya. (ari)








