Duh! Kejuaraan Bulutangkis Nasional Tahun Ini Hangus

0
63
HANGUS : Even bulutangkis nasional tak ada gelaran tahun ini

DENPASAR – Kalender even tahunan baik itu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atau  Sirkuit Nasional (Sirnas) termasuk even nasional lainnya tahun ini hangus atau tak bisa digelar. Hal ini setelah ada keputusan PB PBSI setelah melihat kondisi pandemi sekarang ini secara  nasional, belum menunjukkan perubahan bagus atau penurunan.

Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya mengatakan, PB  PBSI memang telah mengumumkan, kalender even nasional untuk tahun 2020 ditunda gelarannya di tahun 2021. Pastinya itu juga berdampak pada rencana Sirnas di Bali Oktober mendatang juga gagal digelar. “PB PBSI telah mengumumkan semua itu, ya itu artinya tidak akan ada even nasional selama tahun ini serta Bali ya sementara batal menjadi  tuan rumah sirnas. Hanya untuk kalender internasional seperti Uber dan  Thomas Cup akan tetap digelar dengan pastinya protokol kesehatan dilakukan dengan ketat,” ungkap Winurjaya saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Dikatakan, kegiatan secara nasional juga berhenti  kecuali Pelatihan Nasional (Pelatnas) tetap berjalan untuk menghadapi even-even internasional di tahun ini. “Kegiatan semuanya terhenti, itu  kan terlihat klub-klub bulutangkis besar di Indonesia memulangkan  semua pebulutangkisnya ke daerah masing-masing. Sekali lagi kegiatan  hanya berjalan untuk Pelatnas saja,” imbuh Winurjaya.

Jika level kegiatan termasuk klub besar terhenti lanjutnya, di daerah  dalam hal ini provinsi juga pasti menjadi kendala tersendiri. Bahkan  latihan yang dilakukan para pebulutangkis putra dan putri PON Bali hanya sebatas latihan mandiri saja dan itu untuk fisik seperti yang  dianjurkan KONI Bali.  “Mau tidak mau ya program latihan hanya latihan mandiri mengikuti  aturan KONI Bali,” katanya.

Awal tahun depan atau secepatnya jika pandemi menurun drastis di Bali maka Desember baru bisa menjalakan program.  Itupun juga akan lebih memprioritaskan recovery kebugaran saja dulu. Pasalnya, untuk teknik akan dilakukan setelah fisik terbentuk. “Kalau  untuk recovery fisik maksimal jika digembleng rutin akan Kembali  dirasakan seperti sebelumnya oleh atlet PON Bali dalam waktu tiga bulan. Kalau teknik kan mereka sudah memiliki tinggal mengasah dan  menajamkan saja,” pungkas Winurjaya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here