
DENPASAR – Belum bergabungnya gelandang asing Bali United Paulo Sergio dalam latihan sampai sekarang ini nampaknya akibat kendala tersendiri, terkait dengan perbedaan aturan soal PCR atau Rapid Test antara di negara asalnya Portugal dengan di Indonesia. Paulo Sergio nampaknya masih berkutat dengan cara mengatasi hal itu.
Jika Kadek Haarlem Anggariva, Reza Irfana, Ryan Firmansyah, dan lima pemain yang masih berkutat di pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta belum bergabung latihan itu pastinya dimaklumi. Tapi Paulo Sergio yang belum bergabung di skuad Serdadu Tridatu juga pantas dimaklumi juga karena kendala yang ada diluar wewenangnya.
Paulo bersama keluarga sekarang ini masih berada di Portugal. Bukan karena sakit melainkan karena ada kendala yang dihadapiya untuk bisa kembali ke Indonesia. Kedala tersebut tak lain lantaran ternyata prosedur kesehatan disana dan di Indonesia berbeda. Jika Portugal PCR atau Rapid Test tidak wajib dan yang wajib adalah orang dengan gejala, namun berbeda dengan di Indonesia.
Regulasi yang terjadi di Indonesia yakni setiap orang yang melakukan perjalanan terutama dari dan ke luar negeri wajib melampirkan surat sehat alias bebas Covid-19. Khusus orang dari luar negeri wajib menyertakan hasil PCR test. Disinilah yang menjadi masalah meskipun Paulo dan keluarga disana benar-benar sehat dan tidak menunjukkan ada gejala Covid-19.
Paulo sendiri sudah menyamapaikan masalah ini kepada Pelatih Bali United Stefano Cugurra atau Teco. Teco berharap Paulo bisa mengurus semuanya disana sehingga bisa kembali ke Bali secepat mungkin. Teco juga mengaku tidak masalah Paulo belum bergabung karena dia tahu pemain berusia 36 tahun itu tetap menjaga kondisi fisiknya di Portugal. “Saya lihat Paulo latihan sendiri dan pastinya menjaga kondisi fisik. Saya tahu di negaranya (Portugal) sulit untuk tes Covid-19. Dia bicara kalau ingin tes Covid-19 harus ada gejala,” jelas Teco, Selasa (11/8/2020).
“Paulo tidak sakit dan kesulitan untuk tes. Kami tahu kembali ke Bali harus ada surat negatif Covid-19. Mudah-mudahan Paulo bisa urus semuanya itu di Portugal,” pungkasnya. (ari)








