Nyoman Parta Sosialisasi Penguatan Permodalan UMKM di Tengah Pandemi Corona

0
94
BERI DUKUNGAN : Anggota DPR RI I Nyoman Parta sosialisasi penguatan permodalan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

DENPASAR – Penguatan permodalan bagi kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM)  di tengah pandemi Covid-19 perlu mendapat dukungan berbagai pihak. Sebagai solusi akses dan pendampingan menjadi kunci untuk masyarakat mendapatkan modal ringan dan mudah.

Guna merangkul para UMKM, Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta melaksanakan sosialisasi penguatan permodalan UMKM di tengah Pandemi Covid-19 sekaligus sosialisasi Undang Undang No.2 Tahun 2020 di Denpasar, Selasa (11/8/2020).

Acara tersebut menghadirkan pembicara Jimi Firmansyah selaku General Manager PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Bali yang menjelaskan solusi permodalan PNM kepada 50 peserta yang hadir dari kalangan UMKM, mahasiswa serta perhimpunan pengusaha muda.  Mereka terlihat antusias mengikuti sosialisasi dengan pembahasan mulai dari permodalan tanpa anggunan untuk usaha skala kecil dan proses pendampingan UMKM.

Menurut I Nyoman Parta, sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan solusi kepada para pelaku usaha dalam bidang permodalan. Mekanisme yang ditawarkan juga sangat sederhana. Bahkan, nominal kecil untuk usaha kecil bisa tanpa anggunan. “Saya kira masyarakat sekarang harus diberikan dukungan. Meski terdampak Covid, kita harus bangkit dan mulai menata kembali. Jangan malu membuka usaha mulai dari yang kecil-kecil,” ungkapnya.

GM PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Bali Jimi Firmansyah menyatakan PNM sejatinya sudah lama ada di Bali.  PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Jimi menambahkan, PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

Selain menghadirkan UMKM, acara ini juga melibatkan mahasiswa yang memiliki usaha, hadir pula Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi, dan Miss Internet Bali yang mayoritas memiliki usaha dibidang online.

Salah seorang peserta I Wayan Sudiartana berterima kasih karena telah di fasilitasi dalam acara tersebut. Terlebih, ia sebagai pelaku usaha yang kena dampak Covid-19. “Banyak sekali pelaku UMKM yang terdampak, dan banyak juga yang mulai menyasar bisnis kecil kecilan seperti berjualan makanan, dan  jamu misalnya. Sehingga solusi permodalan tanpa anggunan ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here